PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 5,4 triliun di tahun 2020.
Dana itu sebagian besar akan digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan.
Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang menyebutkan tahun ini ada enam pelabuhan yang akan ditingkatkan statusnya dari pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.
“Misalnya Pelabuhan Sorong, Tarakan, Ternate, Kendari, Manokwari dan Pelabuhan Merauke,” kata Farid dalam keterangan tertulisnya, saat RDP dengan Komisi VI DPR RI, Senin (10/2).
Farid menyebutkan untuk Pelabuhan Sorong, pengembangan yang dilakukan akan menyerap anggaran sebesar Rp 281,5 miliar yang akan digunakan untuk pengembangan dermaga, perkerasan Container Yard (CY) atau lapangan penumpukan seluas 5 ha dan investasi alat.
Sedangkan di Pelabuhan Tarakan, perseroan akan menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 318,7 miliar. Kemudian untuk Pelabuhan Ternate sebesar Rp 106,9 miliar, Pelabuhan Kendari sejumlah Rp 575,8 miliar, Pelabuhan Manokwari investasi sebesar Rp 42 miliar dan di Pelabuhan Merauke disiapkan belanja modal sebesar Rp 74,2 miliar.
Farid juga menceritakan semua investasi yang dikeluarkan untuk pengembangan dermaga, perkerasan CY, reklamasi CY, pembuatan mooring dolphin dan catwalk, juga untuk pengadaan alat di pelabuhan.
Menurut dia, sebenarnya ada 9 pelabuhan yang ditingkatkan statusnya dari hanya pelabuhan penumpang menjadi terminal petikemas atau pelabuhan multipurpose.
Hanya saja, tiga pelabuhan lainnya sudah selesai, yakni Pelabuhan Ambon, Pantoloan dan Pelabuhan Jayapura. “Tinggal 6 pelabuhan lagi yang di target kelar dalam tahun ini,” ujarnya.
Farid berharap dengan investasi yang dilakukan tersebut, tahun ini pihaknya akan mencapai target peningkatan jumlah aset sekitar 27% atau menjadi Rp 14 triliun.
Adapun hingga tahun lalu, Pelindo IV mencatat nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 11 triliun. (ktn/**)






























