Hingga sekarang Anak Buah Kapal (ABK) kapal asal China yang masuk ke pelabuhan di Indonesia belum ada yang terindikasi virus corona. Bahkan, sekitar 59 kapal asal China (dari 1 Januari – 10 Februari) yang masuk ke Tanjung Priok juga masih aman. Bongkar muat barang pun tetap lancar dan aman.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Hubla, Capt. Sudiono menyatakan hal itu kepada wartawan, usai membuka acara Forum Kehumasan Pelabuhan Tanjung Priok, bertempat di Swiss Belinn, Jakarta Utara, Selasa (11/2).
Sudiono juga mengungkapkan jika pemerintah Indonesia (Kemenhub) sudah melakukan antisipasi dengan mengawasi kapal-kapal dari luar negeri, terutama dari negara-negara terdampak virus corona. “Mekanisme antisipasinya dengan berkoordinasi dengan pihak kantor kesehatan karantina (KKP). Dan juga melakukan pemeriksaan berkala,” ungkap mantan Kepala Syahbandar Tanjung Priok ini.
Sebelumnya, Capt. Sudiono saat membacakan sambutam, mewakili Dirjen Hubla Agus Purnomo menyebutkan, pemeriksaan semua kapal secara ketat ini merupakan langkah antisipasi bagi penyebaran virus pneumonia berat atau virus corona melalui pelabuhan.
“Semua kapal harus diidentifikasi dan dilakukan pemeriksaan secara ketat khususnya terhadap kapal kedatangan yang melayani pelayaran baik langsung maupun transit dari luar luar negeri khususnya dari negara yang terinfeksi virus corona Tiongkok dan Hongkong” kata Capt. Sudiono.
Selain itu, menurutnya para Penyelenggara Pelabuhan juga diwajibkan untuk segera membuat dan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap dampak penyebaran virus corona dan membentuk Tim Terpadu bersama pihak terkait seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Karantina, Bea Cukai dan Instansi pemerintah lainnya guna mencegah masuknya virus corona melalui pelabuhan.

“Intinya, seluruh petugas dan jajaran di Pelabuhan seperti di Pelabuhan Tanjung Priok harus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan secara ketat terhadap penumpang dan kru kapal yang berasal dari luar negeri serta melakukan koordinasi secara intensif dengan para stakeholder, khususnya dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok. Jadi semua kapal-kapal asing yang tiba di Pelabuhan wajib melampirkan surat pernyataan bebas penyakit Pneumonia berat yang ditandatangani oleh Nakhoda atau Maritime Declaration of Health” kata Capt Sudiono.
Bersinergi
Sementara itu, menurut Kepala Kantor Otoriras Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Jece Julita Piris mengatakan Forum Kehumasan Pelabuhan Tanjung Priok merupakan sarana yang sangat strategis dalam upaya membangun sinergi kehumasan di antara instansi Pemerintah maupun korporasi di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok sekaligus menindaklanjuti isu strategis nasional dalam mengantisipasi pencegahan dan penanggulangan virus korona melalui pelabuhan.
“saat ini khusus di Pelabuhan Tanjung Priok, sudah dibentuk Tim Posko Cegah Virus Corona dengan Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok sebagai koordinatornya. Dalam hal ini Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) diberi wewenang penuh dalam pencegahan dan penanggulangan virus corona tersebut” kata Jece.
Sedangkan instansi terkait lainnya seperti Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dan beberapa instansi Pemerintah juga telah mengeluarkan maklumat maupun edaran terkait kewaspadaan penyebaran virus korona.
“Selain itu, untuk menghindari kemungkinan penularan, para personil yang bertugas di pelabuhan internasional agar menggunakan alat perlindungan diri yang memadai selama menjalankan tugas, minimal masker dan sarung tangan” tegas Jece.
Sebagai informasi, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus korona di pelabuhan, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menerbitkan Surat Edaran tentang Antisipasi Penyebaran Virus Korona di Wilayah Pelabuhan Indonesia. Hal ini sekaligus menindaklanjuti imbauan IMO yang disampaikan melalui Surat Edaran atau IMO Circular Letter Nomor 4204 tentang Tindakan Pencegahan dan Penularan Virus Korona atau Novel Koronavirus (2019-cCOV).
Diharapkan upaya-upaya ini dapat membantu untuk mengantisipasi penyebaran virus korona ke Indonesia, sebagaimana telah diinstruksikan sebelumnya oleh Menteri Perhubungan kepada seluruh stakeholder transportasi. Dengan koordinasi yang baik antara semua stakeholder transportasi laut, tentunya akan mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia, khususnya melalui jalur pelabuhan.
Kepala Syanbandar Tanjung Priok, Capt. Hermanta menambahkan bahwa sampai saat ini kegiatan bongkar muat masih lancar-lancar saja. “Alhamdulillah masih aman, bongkar muat lancar, kedatangan kapal dari negara China juga aman, tentunya kami melakukan pemeriksaan sesuai SOP,” ujarnya.
Kegiatan Forum Kehumasan diisi pula dengan diskusi yang menampilkan Nara sumber dari KKP, GM Pelindo Priok, Kantor OP, dan kantor Syahbandar Priok. (***)






























