PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) akan melakukan ujicoba E-Pilotage di empat pelabuhan yakni Tanjung Perak, Banjarmasin, Belawan dan Samarinda.
“Target ujicoba bulan September 2026, sudah dilakukan di empat pelabuhan. Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai harapan,” ujar Direktur Operasi PT Pelindo Prasetyadi kepada Ocean Week, di Bali, Senin (23/8).
Prasetyadi juga mengungkapkan bahwa tarif E-Pilotage akan lebih murah dibandingkan dengan pemanduan manual saat ini.
Beberapa waktu lalu, ungkapnya, alur perairan atau wilayah kerja Samarinda dijadikan sebagai model percontohan atau dalam program transformasi penguatan keselamatan operasional pemanduan pelabuhan di Tanah Air.
“Pengalaman Samarinda menunjukkan bahwa pengelolaan risiko yang dilakukan secara disiplin dapat memberikan hasil terukur,” kata Prasetyadi.
Penetapan strategis tersebut didasarkan pada rekam jejak keberhasilan Samarinda dalam menekan angka insiden kerusakan properti hingga 67 persen dibandingkan dengan periode operasional sebelumnya.
Capaian ini diraih berkat penguatan mitigasi risiko yang ketat, khususnya pada area pengolongan Jembatan Mahakam yang dikenal memiliki tingkat kerawanan operasional cukup tinggi.
Prasetyadi menegaskan bahwa standar keselamatan merupakan fondasi paling utama dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan sekaligus mendukung kelancaran arus logistik nasional secara berkelanjutan.
Dia juga menyebutkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan prima dan keselamatan kerja di lapangan adalah dua hal fundamental yang sama sekali tidak dapat dipisahkan.
Kedua aspek krusial tersebut harus senantiasa ditopang oleh tingginya kompetensi, profesionalisme, integritas, serta kepatuhan mutlak terhadap seluruh prosedur standar operasi perusahaan.
“Kami mencatat bahwa aspek keselamatan operasional selalu dipengaruhi oleh beragam faktor saling terkait, mulai dari kualitas sumber daya manusia hingga kondisi lingkungan sekitar,” katanya.
Sebagai bagian dari langkah percepatan, Pelindo kini mewajibkan pelaksanaan pengarahan keselamatan secara komprehensif sebelum seluruh kegiatan operasional pemanduan kapal dimulai.
Transformasi keselamatan operasional ini juga didukung penuh oleh pemanfaatan teknologi terkini seperti sensor canggih dan sistem telemetri untuk pemantauan aktivitas secara waktu nyata.
Sementara itu, Dirut PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Arief Hermawan mengiyakan jika E-Pilotage bakal diujicoba di empat pelabuhan.
“Tapi untuk alur sungai, yang sekiranya masih bahaya, pandu tetap naik di titik yang ditentukan,” ungkapnya kepada Ocean Week, di acara IMPA Congress, si Bali, Senin (23/8).
Dia berharap nantinya pelaksanaan E-Pilotage dapat berjalan baik dan tak ada masalah. (**)






























