Jumlah penumpang yang terinfeksi virus corona di kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Jepang mencapai 255 penumpang.
Meski demikian, ratusan penumpang dan kru belum melakukan tes infeksi virus ini selagi menunggu masa karantina selesai. Kapal pesiar itu akan dikarantina hingga 19 Februari.
Menyusul makin banyak penumpang kapal yang teridentifikasi corona, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menyatakan bakal mengevakuasi warga mereka dari kapal pesiar itu. Warga yang berhasil dikeluarkan lantas akan segera diterbangkan kembali ke AS.
Dalam pesan kepada warga AS, pihak kedutaan merekomendasikan agar warga mereka segera meninggalkan kawasan itu dan kembali ke AS untuk pengawasan lebih lanjut. Imbauan ini pundikonfirmasi oleh juru bicara kedutaan AS.
Otoritas Kesehatan Jepang melaporkan, jumlah penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess terinfeksi virus korona (COVID-19) bertambah menjadi 355 orang, per Minggu (16/2).
“Sejauh ini, kami telah melakukan tes untuk 1.219 individu. Dari mereka, 355 orang positif. Dari mereka, 73 individu tidak menunjukkan gejala, ” kata Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato, Minggu (16/2).
Data terbaru menyebutkan, ada 70 penumpang dinyatakan terjangkit virus korona.
Sementara itu, Hong Kong juga mengatakan akan mempersiapkan pesawat sewaan bagi 330 warganya yang ada di atas kapal pesiar itu.
Kanada pun mengumumkan keputusan yang sama untuk mengembalikan warga negara yang berada di kapal itu.
Diamond Princess berlayar dari Yokohama pada 20 Januari. Kapal pesiar ini transit di Hong Kong, ketika seorang pria 80 tahun dari Hong Kong turun dan setelahnya teruji positif.
Kakek itu turun di Hong Kong pada 25 Januari, dan memeriksakan dirinya ke rumah sakit pada 30 Januari lalu. Hasilnya Kakek itu dinyatakan positif terinfeksi virus korona.
Dari kasus kakek inilah, pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada 3.700 penumpang dan awak Kapal Pesiar Diamond Princess. (berbagai sumber/***)





























