Indonesian Shipping Agencies Association (ISAA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas), di Bogor, Senin (26/10), sekaligus merayakan 10 tahun berdirinya organisasi ini.
Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Dirjen Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Lala), Capt Heru Susanto.
Pada kesempatan tersebut, Heru menyampaikan apresiasinya kepada ISAA atas terselenggaranya Rakernas ini.
“Rakernas ini bisa sebagai forum untuk mengevaluasi perkembangan usaha keagenan kapal, membahas tantangan yang dihadapi, serta untuk merumuskan langkah strategis bagi peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan keagenan kapal di Indonesia,” ujarnya.

Heru juga menegaskan soal keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Setiap kegiatan usaha yang berkaitan dengan operasional kapal harus mendukung terpenuhinya standar keselamatan, kelaiklautan kapal l, serta kelancaran pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut Heru, untuk mencapai tujuan tersebut, peran ISAA sangatlah penting. “ISAA diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi anggota, berbagi praktik usaha yang baik, serta mendorong peningkatan profesionalisme dan kepatuhan terhadap regulasi,” ungkapnya.
Heru juga menyatakan bahwa pengembangan informasi dan layanan perijinan berbasis digital juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektifitas pelayanan. “Digitalisasi diharapkan dapat mendukung proses administrasi yang lebih tertata, meningkatkan transparansi, serta memberikan kepastian dalam pelaksanaan kegiatan usaha,” kata Heru.
Tak lupa, Heru mengucapkan selamat melaksanakan Rakernas ISAA. Pemerintah (Hubla) menunggu hasil masukannya dari kegiatan ini.
Sebelumnya Aris Hartoyo, Ketua Umum DPP ISAA, mengungkapkan bahwa kegiatan Rakernas ini merupakan agenda tahunan yang diamanahkan organisasi. “Rakernas tahun sebelumnya digelar di Yogjakarta,” ujarnya.
Aris juga menyampaikan kalau sampai sekarang total jumlah perusahaan Keagenan di seluruh Indonesia tercatat sekitar 2216 perusahaan.
Dia berharap, usaha keagenan bisa semakin eksis di tahun-tahun mendatang.
Menanggapi banyaknya jumlah perusahaan Keagenan, Ketua DPW ISAA Papua dan Papua Barat Daya, Obed Manufandu meminta supaya Ditjen Perhubungan Laut bisa memproteksi membanjirnya usaha ini. “Jadi bisa dilakukan melalui KSOP-KSOP atau KaUPP untuk proteksi usaha keagenan yang baru, sebab merekalah yang mengetahui kebutuhannya. Kalau bisa yang baru supaya diarahkan dengan usaha lokal yang sudah ada,” katanya.
Sementara itu, Juswandi Kristanto, penasehat ISAA saat memberikan sambutan lebih banyak menceritakan sejarah berdirinya ISAA sampai sekarang ini.
Juswandi berharap, agar usaha ini bisa semakin profesional dan dapat berjalan dengan baik.
Sedangkan Prasetyadi, direktur operasi PT Pelindo, mengatakan terimakasihnya atas kepercayaan ISAA kepada Pelindo.
“Kepercayaan dari ISAA merupakan amanah bagi Pelindo, keagenan merupakan mitra strategis,” katanya.
Menurut dia, dari koordinasi para keagenan, kegiatan kapal dan barang di pelabuhan bisa lancar. “Semuanya tak akan terwujud tanpa adanya sinergi antara pihak keagenan dan institusi terkait lainnya,” ujar Prasetyadi.
Dia juga menyampaikan bahwa dinamika perubahan global terjadi, tuntutan digitalisasi menuntut untuk semua terus berinovasi.
“Dan Pelindo Terus melakukan pengembangan perubahan untuk layanan terbaik,” ujarnya.
Ketua Panitia Rakernas ISAA, Laurens melaporkan bahwa Rakernas ini merupakan amanat organisasi. Tahun ini mengambil tema Membangun Ketangguhan dan Inovasi Berkelanjutan untuk Keagenan Kapal yang profesional di Indonesia
“Rakernas ini diselenggarakan dalam rangka Merayakan salah satunya dis natalis 10 tahun ISAA,” katanya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi yang menampilkan Nara sumber antara lain dari perhubungan laut, kementerian Perhubungan. (**)





























