Kepala KSOP Marunda menegaskan bahwa pihaknya belum akan memberlakukan aplikasi online sistem inaportnet di pelabuhan Marunda untuk saat ini.
“Kami belum memberlakukan dan mensosialisasikan Inaportnet di pelabuhan Marunda. Akhir tahun kemungkinan baru diterapkan,” kata Kepala KSOP Marunda Iwan Soemantri kepada Ocean Week, Kamis siang, sekaligus klarifikasi berita di media ini sebelumnya.
Iwan mengemukakan bahwa prinsipnya, pihak KSOP Marunda ingin memberikan kemudahan bagi pengguna jasa dalam mendapatkan pelayanan di kantor KSOP Marunda dengan cukup mengirimkan permohonannya via email.
Hal itu, ujar Iwan, dimaksudkan untuk memudahkan para pengguna jasa mengurus dokumennya, tanpa harus mendatangi kantor pelabuhan Marunda.
“Pengguna jasa cukup mengirimkan permohonan dari rumah/kantor. Tapi kalau masih mau menyampaikan dokumen secara fisik tetap dilayani karena loket tetap dibuka,” ungkapnya.
Lagi pula, hal itu juga juga untuk mengurangi frekwensi kunjungan pengguna jasa ke kantor KSOP, sehingga resiko tertular covid 19 menjadi lebih kecil.
“Kalau inaportnet di KSOP marunda masih dalam tahap persiapan dan baru rencana sosialisasi bulan oktober 2020,” kata Iwan.
Sebelumnya, para pengguna jasa pelabuhan Marunda keberatan jika urusan dokumen mesti lewat email, karena kantor pelayanan banyak yang tutup, sehingga para pengguna jasa kesulitan. Mereka lebih suka untuk tetap bisa dilayani secara manual dengan datang ke kantor KSOP Marunda.
Untuk permintaan inipun, Iwan menyatakan jika pihaknya tetap memberikan layanan kepada mereka secara manual. “Kita tetap layani mereka kalau mau datang langsung. Hanya saja selama masa darurat covid19, kita ingin surat dikirim melalui email untuk menjamin phisical distancing dan mengurangu frekwensi kunjungan ke kantor KSOP,” ungkap Iwan. (**)































