KM Dobonsolo milik PT Pelni yang berangkat dari Tanjung Emas pada Senin (18/6) kemarin telah sandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (19/6) pagi. Kedatangan kapal mudik gratis memuat 1.006 orang dan 407 sepeda motor itu langsung disambut Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni (Persero) OM. Sodikin bersama pejabat Kemenhub, di terminal penumpang pelabuhan Tanjung Priok.
“Kapal KM Dobonsolo merupakan kapal perdana pengangkut pemudik sepeda motor gratis dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kapal sudah bersandar pagi ini pukul 08.00 WIB dan pemudik sudah mulai keluar kapal untuk melanjutkan perjalanan ke rumah di sekitar Jabodetabek,” kata Sekretaris Perusahaan PT Pelni Ridwan Mandaliko kepada wartawan, Selasa (19/6), di Tanjung Priok.
Angkutan mudik gratis sepeda motor dari Tanjung Emas Semarang berlangsung mulai tanggal 18, lalu 19, 20, 21, dan 22 Juni 2018. “Dari data yang sudah masuk, tanggal 20 dan 22 Juni 2018, kuota pendaftar mudik gratis arus balik sudah mencapai angka 95 persen,” ungkap Ridwan.
Kapal Dobonsolo dengan bobot GT 14.000 ini merupakan kapal buatan Jerman yang mampu mengangkut orang, kontainer, sepeda motor, mobil dan alat berat. Kapal ini menjadi yang pertama dari 16 unit kapal yang disiapkan Kemenhub untuk mengangkut pemudik sepeda motor pada arus balik dari Semarang ke Jakarta.
Sementara itu, PT ASDP Bakauheni mencatat sudah 21.030 penumpang pejalan kaki pada H+4 yang sudah menyeberang menuju pelabuhan Merak Banten dari pulau Sumatera. Diperkirakan puncak arus balik di pelabuhan Bakauheni terjadi pada 20-21 Juni 2018.
Sedangkan dari PT Indonesia Ferry ASDP Ketapang Banyuwangi, mencatat pemudik yang menyeberang di pelabuhan Ketapang – Gilimanuk, pada H+3 lebaran, mencapai 74.968 penumpang.
Menurut Kepala Cabang Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Elvi Yoza, sebanyak 45.450 penumpang menyeberang dari Ketapang Bali, dengan 5.310 unit kendaraan roda dua dan 5620 unit roda empat. Sedangkan dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat 29.518 penumpang, 2552 unit roda dua dan 4256 unit roda empat.
PT ASDP Ketapang mengoperasikan 32 armada, terdiri dari 20 kapal di Dermaga MB dan Ponton dan 12 kapal di dermaga LCT. PT ASDP siap mengurai kepadatan penumpang di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk. (***)




























