Kongres International Maritime Pilots Association (IMPA) ke-27 Tahun berhasil dilaksanakan oleh Indonesian Maritime Pilots Association (INAMPA), di Bali, Senin (23/8/2026).
Acara yang dihadiri oleh 500 peserta mewakili 38 negara dari seluruh dunia, dibuka resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara virtual.
Dalam kesempatan itu, AHY menilai tema Kongres ke-27 International Maritime Pilots’ Association (IMPA) relevan dengan tantangan sektor pelayaran saat ini.
“Perkembangan teknologi dan kebutuhan terhadap keselamatan menjadi dua hal yang perlu berjalan beriringan dalam dunia pelayaran. Hal itu semakin penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan yang membutuhkan konektivitas antardaerah,” ujarnya.
AHY mengatakan, kegiatan kepanduan memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas sekaligus meningkatkan keselamatan pelayaran. Karena itu, penguatan kapasitas dan peran pilot maritim menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan industri pelayaran.
AHY berharap Kongres IMPA ke-27 dapat menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang mampu memperkuat konektivitas pelayaran Indonesia sekaligus meningkatkan standar keselamatan.
“Saya berharap kongres ini bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran yang inovatif dalam mendukung konektivitas pelayaran dan meningkatkan keselamatan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden International Maritime Pilots’ Association (IMPA) Simon Pelletier menegaskan pentingnya peran pilot pandu dalam menjaga keselamatan transportasi laut sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurut Simon, kongres ke-27 IMPA juga diharapkan menjadi momentum bagi para pilot pandu di berbagai negara untuk bertukar informasi dan pengalaman terkait kegiatan kepanduan di masing-masing negara.
Simon mengatakan, pilot pandu memiliki peran krusial dalam menavigasi kapal penumpang maupun kapal barang, terutama ketika menghadapi berbagai kondisi. Karena itu, peningkatan kompetensi pilot menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Dia berharap kongres tersebut mendorong peningkatan keterampilan para pilot untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain perubahan kondisi operasional, perkembangan teknologi juga membawa tantangan baru, termasuk penerapan e-pilotage.
Di sisi lain, kompetisi bisnis yang semakin ketat menuntut pilot untuk terus beradaptasi. Peningkatan kompetensi dinilai penting agar keselamatan dan kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama.
Peran INAMPA
Sedangkan Presiden INAMPA Pasoroan Herman Harianja, menyampaikan bagaimana milestones INAMPA selama ini, bagaimana peran INAMPA dalam mensupport kebijakan pemerintah, perannya dalam forum Asia Pasific, dan bagaimana peran INAMPA dalam IMPA dalam memajukan organisasi pandu.
“Prospek pandu kedepan sangat bagus, apalagi dengan rencana E-Pilotage, kebutuhan pandu sangat diperlukan,” ujarnya.
Herman juga menyampaikan jika Indonesia masih kekurangan tenaga pandu. “Kami (pandu anggota INAMPA) tetap akan dibutuhkan, meski diterapkan E-Pilotage, tenaga pandu yang akan mengoperate sistem itu, sehingga akan lebih efisien,” ungkapnya.
Dirut PT Pelindo Achmad Muchtasyar membenarkan kalau Pelindo masih kekurangan tenaga pandu. “Kebutuhan pandu sekitar 600 tenaga, tapi kami baru ada 500 pandu, sehingga masih sangat kurang,” katanya.
Menjawab mengenai pelaksanaan E-Pilotage, Achmad mengatakan bahwa dengan sistem elektronik tersebut akan lebih efisien, dan murah. “Pasti tarif akan lebih murah,” ujarnya.
Di tempat sama, Hendri Ginting, Direktur Kelembagaan PT Pelindo menambahkan, pihaknya masih akan melakukan uji coba terhadap pelaksanaan pemanduan dengan sistem elektronik di beberapa alur sungai. “Kami masih akan uji coba dulu, kami evaluasi sampai benar-benar siap,” katanya.
Herman menyampaikan pelaksanaan
Kongres ini merupakan agenda rutin dari IMPA yang diselenggarakan setiap 2
(dua) tahunan. “Tujuannya untuk meng-update perkembangan dari Industry
Pemanduan Kapal dalam mensupport keselamatan dan keamanan kapal
selama melakukan navigasi di Alur Pelayaran maupun Pelabuhan di berbagai
penjuru dunia,” katanya. (***)




























