PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Kendari bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari, melaksanakan acara soft launching Single Truck Identification Data (STID) di Terminal Petikemas Kendari, Pelabuhan Kendari, Kamis (14/12/2023) kemarin.
Kegiatan ini digelar, dalam rangka penerapan data identifikasi truck secara tunggal di Pelabuhan Kendari/Bungkutoko.
Dasar hukum kegiatan ini adalah Peraturan Presiden (Perpres) No 54/2018. Kemudian, Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri PPN/Bappenas, Menteri Dalam Negeri, Menpan-RB, Kepala KSP, dan Ketua KPK mengenai aksi pencegahan korupsi yang ditetapkan setiap dua tahun, dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Nomor: KP-DJPL 513 tahun 2022 tentang penetapan pelaksanaan data identifikasi truck secara tunggal di Pelabuhan.
Hadir dalam acara soft launching STID tersebut adalah GM Pelindo Regional 4 Kendari Capt. Suparman, Plt. KSOP Kelas II Kendari Capt.Nurbaya dan Ketua DPW ALFI/ILFA Sultra, Abd. Rahim Nabok.
GM Pelindo Regional 4 Kendari, Capt. Suparman mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Aksi Pencegahan Korupsi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Melalui pemangkasan birokrasi dan peningkatan pelayanan di Kawasan Pelabuhan.
“STID merupakan program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (STRANAS PK), untuk memangkas birokrasi. Ini bentuk dukungan kita terhadap program nasional pencegahan korupsi di pelabuhan,” ujar Capt Suparman.
Sementara itu, Plt. KSOP Kelas II Kendari, Capt.Nurbaya mengingatkan, bagi armada angkutan peti kemas yang terdaftar pada Truck Register Number (TRN) dan masih aktif, harus segera melakukan pengurusan STID dengan batas waktu sampai 13 Januari 2024.
“Apabila belum melakukan register, maka angkutan peti kemas tersebut untuk sementara tidak diberikan pelayanan,” tegasnya.
Untuk diketahui, sejauh ini, jumlah unit JPT di Pelabuhan Kendari sebanyak 288 unit. Kemudian, jumlah terdaftar STID baru 156 unit. Adapun yang sudah approval sebanyak 152 unit.
“Jumlah unit hingga launching masih sebanyak 152 unit atau sekitar 52%, harapan kami 3 bulan berikutnya telah mencapai 100%,” kata Capt.Nurbaya.
Untuk diketahui bahwa ide pertama penerapan STID itu dilakukan di pelabuhan Tanjung Priok. Kini sudah lebih dari 23 ribu truk yang memperoleh STID. (**)






























