Jakarta International Container Terminal (JICT) menerima kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Hebei, Republik Rakyat Tiongkok, baru-baru ini.
Delegasi dipimpin oleh Executive Vice Governor People’s Government of Hebei Province, Mr. Zhao Chenxin, didampingi Executive Deputy Secretary-General People’s Government of Hebei Province, Mr. Lu Jian, serta Deputy Director Hebei Provincial Development & Reform Commission, Mr. Zhai Zengjun, bersama unsur dunia usaha seperti Perusahaan Pelayaran COSCO dan pemangku kepentingan ekonomi Tiongkok.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh CEO Hutchison Ports Indonesia, Seto Baskoro, dan Operations and Engineering Director JICT, Doni Budiono, beserta jajaran manajemen.
Pertemuan yang berlangsung di JICT menjadi forum pertukaran pandangan mengenai perkembangan perdagangan internasional, konektivitas pelayaran, dan transformasi industri logistik global, sekaligus memperlihatkan semakin pentingnya peran terminal petikemas modern sebagai simpul penghubung aktivitas ekonomi lintas negara.
Dalam kesempatan tersebut, delegasi memperoleh paparan mengenai kapabilitas operasional JICT, pengelolaan arus petikemas, pengembangan layanan terminal, serta pemanfaatan teknologi dan engineering reliability dalam mendukung kelancaran logistik nasional maupun internasional.
Sebagai salah satu gerbang perdagangan internasional Indonesia, JICT memandang dialog dan keterhubungan dengan berbagai pemangku kepentingan global sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem logistik yang lebih efisien, resilien, dan berdaya saing.
CEO Hutchison Ports Indonesia, Seto Baskoro, menyampaikan bahwa pelabuhan modern memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.
“Kami menyambut baik kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Hebei ke JICT sebagai bagian dari penguatan dialog dan pemahaman bersama mengenai tantangan maupun peluang dalam ekosistem logistik global. Pelabuhan saat ini tidak lagi dipandang semata sebagai infrastruktur bongkar muat, melainkan sebagai platform konektivitas yang mempertemukan perdagangan, investasi, dan rantai pasok internasional,” ujar Seto di JICT, Jakarta Utara, pada Senin (25/5/2026).
Menurut Seto, interaksi langsung antara pelaku logistik, dunia usaha, dan pemerintah menjadi semakin penting untuk membangun sistem perdagangan yang adaptif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan supply chain global.
“Kolaborasi dan keterhubungan antar pemangku kepentingan menjadi fondasi penting bagi terciptanya arus perdagangan yang semakin efisien dan berkelanjutan,” kata Seto.
Sementara itu, Operations & Engineering Director JICT, Doni Budiono, menegaskan bahwa daya saing terminal modern tidak hanya ditentukan oleh kapasitas, namun juga konsistensi pelayanan dan keandalan operasional.
“JICT terus memperkuat operational excellence melalui peningkatan reliability, engineering capability, serta pemanfaatan teknologi untuk memastikan pelayanan yang aman, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan maupun perkembangan perdagangan internasional,” ujar Doni.
Doni menambahkan bahwa keberlanjutan konektivitas global membutuhkan terminal yang mampu menjaga standar layanan tinggi sekaligus adaptif terhadap perubahan pola logistik dunia.
Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi dan pertukaran pandangan mengenai perkembangan industri logistik serta peninjauan singkat terhadap peran dan kapabilitas JICT dalam mendukung konektivitas perdagangan internasional.
Melalui dialog seperti ini, JICT menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari jaringan logistik global yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai pusat perdagangan dunia. (**)



























