Direktur Utama PT Pelindo II Arif Suhartono mengatakan, ke depan Pelabuhan Dwikora akan dimanfaatkan sebagai pelabuhan heritage.
Karena sangat tidak mungkin jika terdapat dua pelabuhan (Dwikora dan Kijing) yang melakukan aktivitas bongkar muat logistik.
“Saat ini sedang dikomunikasikan dengan Pemerintah Daerah,” ungkap Arif menjawab Anggota DPR RI Rifqi Nizami Karsayuda, usai pertemuan dengan Tim Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI bersama PT Pelindo II membahas kondisi terkini Pelabuhan Dwikora, di Pontianak, Kalimantan Barat, baru-baru ini.
Rifqi menilai kalau kondisi Pelabuhan Dwikora sebagai pelabuhan penumpang dan pelabuhan barang di Pontianak, Kalimantan Barat, sudah tidak kompatible dengan kebutuhan sektor usaha bisnis dan logistik.
Bila aktivitas bongkar muat barang/petikemas sudah dipindahkan ke Pelabuhan Samudera Kijing, menurut Rifqi sebaiknya Pelabuhan Dwikora agar dijadikan pelabuhan wisata atau heritage.
Rifqi beranggapan langkah tersebut sangat strategis. Sebab dalam titik tertentu, Pelabuhan Dwikora akan stuck dan tidak bisa lagi memenuhi espektasi terkait distribusi logistik dan penumpang di Kalbar.
“Yang perlu dipikirkan, adalah bagaimana Pelabuhan Dwikora pasca perpindahan ke Pelabuhan Samudera Kijing. Kami menawarkan, Pelabuhan Dwikora tetap dikelola oleh PT Pelindo, namun tidak lagi menjadi pelabuhan umum untuk barang, tetapi menjadi Pelabuhan Wisata,” ungkap Rifqi.
Kata Rifqi, Pelabuhan Dwikora memiliki keunggulan akan sungainya, termasuk juga di sebelah Pelabuhan Dwikora terdapat waterfront city yang sudah sangat bagus.
Keunggulan tersebut bisa menjadikan Pelabuhan Dwikora sebagai objek pariwisata sungai jika dikelola dengan baik.
“Kita berharap komitmen Presiden untuk memunculkan new Bali sebagai destinasi wisata unggulan, salah satunya bisa muncul di Kalimantan Barat dalam hal ini Kota Pontianak,” ujarnya.
Menurut Rifqi, PT Pelindo II bisa menginisiasi dan memberikan stimulus dengan merubah Pelabuhan Dwikora sekarang menjadi pelabuhan heritage atau pelabuhan wisata yang nanti kapal-kapal yatch dan kapal-kapal pesiar bisa bersandar di situ.
Sementara itu, General Manager IPC Cabang Pontianak, Adi Sugiri kepada Ocean Week pernah mengungkapkan, pelabuhan Dwikora Pontianak memiliki keterbatasan, ditambah sedimentasi tinggi di alur sungai Kapuas sehingga kapal besar tak bisa melayani.
Adi Sugiri menyatakan, kedepan secara alami bongkar muat barang maupun petikemas akan bergeser ke Kijing, dan pelabuhan Dwikora untuk konvensional. (***)































