Puluhan pengusaha keagenan dari berbagai daerah di Indonesia mengeluhkan sering ngadatnya sistem Inaportnet, sehingga mengganggu proses kelancaran arus kapal dan barang di pelabuhan.
Mereka minta supaya penyelenggara sistem Inaportnet diaudit agar permasalahan yang kerap dialami sistem ini bisa ketahuan. “Jangan hanya kami (usaha keagenan-red) saja yang setiap dua tahun diaudit, tapi apakah kami juga bisa tau sistem Inaportnet juga diaudit,” ujar Santo, Ketua ISAA Palembang, saat dialog dalam Rakernas ISAA di Bogor, Jawa Barat, Senin (26/10) siang.
Menurut Santo, sistem ini sering trouble, sehingga mengganggu kinerjanya. “Ada juga keterlambatan yang sering dialami para agen, karena petugas meng-enter, padahal semua nya sudah beres. Makanya apakah tidak bisa untuk enter ini otomatis, jadi setelah semua selesai langsung otomatis,” ungkap Santo.
Keluhan yang sama pun dialami oleh usaha keagenan dari Sulawesi. “Server untuk Inaportnet sepertinya perlu diperkuat, untuk menghindari masalah, mengingat pengguna nya sekarang sangat banyak,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kasubdit Bidang informasi Dirjen Hubla, mengungkapkan akan mendiskusikannya dengan bagian lain di Kemenhub yang menangani Inaportnet. (***)





























