Stakeholders Pelabuhan yakni Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jakarta, PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Koperasi TKBM Sejahtera Pelabuhan Tanjung Priok, KSOP Tanjung Priok, Dinas Ketenagakerjaan Jakarta, serta Stranas PK, menyetujui pembentukan Tim Pengawas Terpadu, Transformasi Tata Kelola Bongkar Muat Pelabuhan dalam Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Pekerja dan Efisiensi Logistik Nasional.
Persetujuan tersebut disepakati saat digelar Focus Group Discussion (FGD) Program Tata Kelola dan Pengawasan Bongkar Muat Terpadu di Pelabuhan (SINTABIMA), bertempat di Gedung Pelindo Tanjung Priok, Kamis (15/10/1026).
Hadir pada kesempatan ini, dan sekaligus sebagai narasumber adalah Yandri Trisaputra (Executive General Manager PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok), Capt. Suwondo (Ketua APBMI Jakarta), Wim Pondang (mewakili KSOP Tanjung Priok), Asep Selamet (Ketua Koperasi TKBM Priok), Krisna Juanta (Ketua Sub Kelompok Normal Kerja di Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan), Adlinsyah Nasution akrab dipanggil Coki dari Stranas PK, serta Dr. Capt. Mugen S. Sartoto, M.Sc (Project Leader Perubahan PKN I Angkatan LXVIII Tahun 2026), serta para TKBM Tanjung Priok.
“Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan TKBM, keselamatan kerja dan efisiensi logistik nasional, sehingga nantinya menjadikan TKBM Sejahtera, Koperasi Mandiri, dan Pelabuhan Memiliki daya saing ditingkat global,” ujar Capt. Mugen dalam paparannya.
Selain itu, ungkap Mugen, perubahan perlu dilakukan karena kesejahteraan dan perlindungan pekerja belum optimal. Pembagian kerja dan upah belum sepenuhnya transparan. “Pengawasan antar-instansi masih berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Sementara itu Yandri Trisaputra, EGM Pelindo Priok mengapresiasi program tersebut. “Kami menyambut baik program ini, dan sangat mendukung. Kalau ini bisa terwujud, Pelindo juga diuntungkan, karena produktivitas bongkar muat bisa tinggi, dan ini yang diharapkan semua kalangan usaha kepelabuhanan,” ujarnya.
Begitu pula dengan Asep Selamet. Sebagai ketua koperasi TKBM, dia akan berupaya mewujudkan hal itu. “Karena niatnya baik, untuk mensejahterakan TKBM, kami sangat mendukung, dan akan berusaha melayani yang terbaik dalam hal kinerja,” katanya.
Hal itu juga menjadi konsen pihak KSOP Tanjung Priok dengan menyatakan akan terus memberikan teguran kepada pihak koperasi TKBM. “Sebagai regulator pastinya akan senang kalau kinerja pelabuhan bagus,” ujar Wim.
Sedangkan Coki menyatakan, sebagai Stranas PK, pihaknya akan terus melakukan pengawasan, khususnya kepada koperasi TKBM. “Untuk program tata kelola bongkar muat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan TKBM dan efisiensi logistik nasional, kami sangat mendukung dan berharap bisa dilaksanakan kedepannya,” ungkap Coki.
Mereka berharap, Presiden RI Prabowo Subianto bisa segera mengeluarkan Inpres mengenai hal tersebut. (***)





























