Musyawarah wilayah (Muswil) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur (Jatim) yang akan digelar pada Senin (25/5/2026) di Surabaya, mulai terasa panas.
Tak sedikit para PBM di luar Tanjung Perak, ‘ngedumel’ karena tersingkir dari hak pilihnya.
Sebab, panitia Muswil dinilai mereka tak fair dan penuh intrik.
Akibatnya, anggota DPC APBMI diluar Tanjung Perak siap-siap tereliminasi kehilangan hak pilih di Muswil APBMI Jawa Timur 2026.
Sebab, Panitia memutuskan bahwa peserta Muswil yang memiliki hak pilih hanya PBM eksisting di Tanjung Perak.
Tokoh kemaritiman Surabaya, Lukman Ladjoni menilai jika hak pilih hanya PBM di Tanjung Perak, mestinya bukan lagi Muswil APBMI Jatim, melainkan APBMI Tanjung Perak.
“Kalau Jawa Timur, harusnya PBM peserta yang punya hak memilih, tak dibatasi hanya Tanjung Perak, tapi PBM di Gresik, Lamongan, Probolinggo dan yang ada di wilayah Jatim punya hak memilih. Kalau dibatasi hanya Tanjung Perak saja, kan bisa dibilang akal-akalan,” ujar Lukman kepada Ocean Week per telpon, kemarin.
Lukman bahkan mempertanyakan bagaimana AD/ART organisasi tersebut. “Berorganisasi itu jangan dipakai sebagai alat,” ungkapnya.
Seperti diketahui bahwa informasi yang berhasil diperoleh Ocean Week menyebutkan jumlah PBM di Tanjung Perak antara 60 sampai 70 PBM saja. Sementara jumlah PBM anggota DPW APBMI Jawa Timur sebanyak 117 perusahaan. Mulai dari Banyuwangi, Gresik dan Lamongan.
“Awalnya anggota DPC punya hak suara. Selanjutnya berubah menjadi yang memiliki KTA (Kartu Tanda Anggot) yang dikeluarkan DPP APBMI di Jakarta. Sekarang berubah lagi hanya PBM eksisting di Tanjung Perak. Kita pelajari cacat AD/ART nya. Kalau melanggar aturan organisasi kita bersihkan,” kata Hery Siswanto kandidat Ketua DPW APBMI Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (23/5).
Sebagai salah satu kandidat bakal calon, Hery bakal mengusung program penguatan kerja PBM dengan UU/66/2026 dan peningkatan kolaborasi PBM dengan Pelindo untuk kelancaran arus logistik nasional.
Untuk memaksimalkan program tersebut Hery akan membentuk Tim Verifikasi operasional bongkar muat di lapangan.
“Tim verifikasi ini untuk memastikan kegiatan bongkar muat bisa lancar. PBM, angkutan darat dan gudang penerima barang benar-benar siap,” katanya.
Seperti diberitakan Ocean Week sebelumnya, bahwa DPW APBMI akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jawa Timur, Senin (26/5). Kandidat bakal calon ketua Hery Siswanto, Dian Sanjaya dan Andre Julius Lamahayu.
Berpotensi Pecah
Sementara itu, kandidat Dian Sanjaya mengakui bahwa hak pilih hanya diberikan kepada PBM eksisting di Tanjung Perak.
“Memang benar yang memiliki hak pilih hanya PBM eksisting di Tanjung Perak. Jumlahnya antara 60 sampai 70 PBM,” kata Dian pada Ocean Week di Surabaya, Sabtu (23/5).

Keputusan tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa mereka yang eksisting memberikan laporan dan berkontribusi pada APBMI.
Pertimbangan lain, karena Tanjung Perak Surabaya merupakan ibu kota propinsi (Jawa Timur-red),” ujar Dian.
Meskipun tidak secara jelas menyebut adanya klasterisasi PBM. Tapi dijelaskan adanya PBM hidup dengan laporan tahunan, PBM aktif dengan laporan bulanan dan PBM besar dengan banyak order.
“Memang tidak semua PBM aktif dan besar memberi kontribusi ke asosiasi. Ke depan kita perbaiki komunikasi. Sehingga anggota aktif berkontribusi ke APBMI,” katanya.
Dalam Muswil 2026 ini Dian mengusung program perbaikan komunikasi pengurus dengan anggota, meningkatkan kerjasama dengan stakeholder di pelabuhan.
Kita tunggu apa bisa Muswil APBMI Jatim rasa Perak. (**/fail)




























