Terminal Petikemas Semarang (TPKS) menyampaikan bahwa pada musim Lebaran terminal tetap melayani aktivitas bongkar muat barang sampai dengan tanggal 21 April pukul 16.00 Wib.
Setelah itu tak ada lagi layanan sampai kembali normal pada tanggal 24 April jam 08.00 Wib. Tetapi, TPKS tetap memberikan layanan 24/7 jika ada permintaan dari pengguna jasa, meskipun di hari libur Lebaran.
“TPK Semarang tetap melayani operasional bongkar muat sampai dengan tanggal 21 April jam 16.00 ( tentative jika ada kapal dilayani sampai selesai), setelah itu off sampai dengan kerja normal lagi tanggal 24 april jam 08.00. Namun kami tetap memberi layanan 24/7 kalau ada permintaan dari pengguna jasa,” ujar Nyoman Sudiartha, GM TPK Semarang kepada Ocean Week, Rabu (19/4), melalui WhatsApp.
Jadi, ungkapnya, dari tanggal 22 dan 23 April off, sesuai surat edaran (SE) KSOP Tanjung Emas.
Sementara itu, ketika Ocean Week mengkonfirmasi mengenai hal itu ke Herwanto (Kepala KSOP Tanjung Emas), dikatakan bahwa selama masa Lebaran 2023, kegiatan bongkar muat tetap jalan dengan prioritas sembako.
Tapi, dengan adanya pembatasan angkutan (SKB antara kepolisian, Ditjen darat, dan bina marga) yang tak membolehkan truk kontainer mengangkut ekspor impor, menurut Herwanto, dampaknya tentu akan ada penumpukan barang (petikemas) di lapangan penumpukan.
“Jauh hari Kami sudah mengantisipasi untuk segera mengeluarkan barang yang nantinya masuk dalam larangan segera di keluarkan baik ke tempat tujuan maupun depo depo kontainer, dengan memanfaatkan lapangan penumpukan di pelabuhan secara maksimal,” katanya lagi.
Di tempat lain, ketua DPC INSA Semarang Hari Ratmoko menyampaikan bahwa pada masa Libur Lebaran, eksportir dan importir menyesuaikan kegiatan masing-masing dengan aturan pembatasan truk.
“Selama libur Lebaran truk kontainer dilarang melintas d jalan-jalan nasional. Tapi untuk kapal masih beroperasi seperti biasa,, walaupun ada beberapa kapal container asing yang memutuskan untuk tidak masuk (omit) Tanjung Emas,” ungkapnya kepada Ocean Week, per telpon.
Hari khawatir akan ada stagnasi di pelabuhan. Namun, Pelindo Tanjung Emas dan TPK Semarang akan terus memantau utilisasi yard selama masa cuti bersama ini.
Sedangkan Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jateng dan DIY Teguh Arif Handoko menyatakan bahwa sesuai SKB tersebut, kegiatan keluar masuk container tidak diperbolehkan.
“Tapi, ada satu dua truk container yang jalan, sesuai kebutuhan (mungkin biasanya kedelai). Kami belum cek komoditi di lapangan,” ujarnya.
Menurut Teguh, ada 18 kapal yang harus dibongkar muatannya (sekitar 10.000 TEUs). “Mampukah Tanjung Emas kalau container tidak bisa keluar dari pelabuhan,” ungkapnya sembari menambahkan supaya Operator terminal waspada YOR bisa mencapai 121%.
Menanggapi hal itu, Nyoman mengatakan, TPKS juga sudah menyiapkan buffer area untuk menampung petikemas yang dibongkar pada Hari Raya Idul Fitri.
Pengurus APBMI Jateng, Delly menyampaikan bahwa truk trailer tetap masih ada yang jalan dilingkup Pelabuhan. “Tapi untuk kegiatan PBM sudah stop kecuali yang pipanisasi dan conveyor. Untuk kapal container tetap ada bongkar muat sebatas kapasitas yard TPKS, karena saat libur Lebaran lebih mengutamakan kapal penumpang,” kata Delly. (**)





























