Alur Pelabuhan Boom Baru Palembang terus terjadi pendangkalan setiap tahun. Kedalaman kolam hanya sekitar 6 meter, sehingga kapal-kapal kontainer atau kapal-kapal dengan kapasitas angkut besar bakal sulit berkegiatan di pelabuhan ini, jika tak segera dikeruk. Akibatnya, ekspor impor atau kegiatan domestik menjadi terganggu.
General Manager PT Pelindo II Cabang Palembang, Agus Edi Santoso menyatakan jika pihaknya hanya bisa melakukan optimalisasi kawasan Boon Baru dan Sungai Lais, sembari menunggu realisasi pembangunan pelabuhan Tanjung Carat.
“Karena bagaimanapun juga pelabuhan Boom Baru ini tidak bisa diperbesar lagi sehingga butuh pelabuhan baru yang lebih besar,” ungkap Agus Edi, disela kunjungan kerja DPR RI Pansus angket Pelindo, Rabu (28/3).
Dia juga menyatakan, sementara menunggu pelabuhan Tanjung Carat, setiap tahun pelabuhan Boom Baru dikeruk untuk mempertahankan kedalamannya agar kapal bisa bersandar di dermaga.
Edi menambahkan, wacana pembangunan Tanjung Carat sebagai pelabuhan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api sudah mencuat tiga tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi.
“Pelindo II siap menjadi operator Pelabuhan Tanjung Carat jika sudah dibangun nanti,” katanya.
Sebab saat ini, pemerintah provinsi Sumsel tengah melakukan studi kelayakan untuk menentukan tahapannya apa saja, kapan waktu pembangunannya, siapa saja yang terlibat, siapa investornya, dan itu perlu ada koordinasi lagi. (ts/***)




























