Melalui program Suspension of Transit, MSC (Mediterranian Shipping Company) memberikan layanan pengiriman kargo lebih fleksible. Apalagi banyak pesanan atau permintaan dari Asia yang memastikan kontinuitas layanan.
Apalagi setelah pandemi corona di China mulai mereda dan pabrik-pabrik di negeri tirai bambu tersebut sudah mulai aktif berproduksi.
Dalam rilisnya, MSC menyebut bahwa programnya ditujukan kepada semua pengiriman kontainer dari Asia untuk semua jenis kargo kecuali barang berbahaya serta proyek kargo.
“Itu termasuk penyimpanan halaman kontainer di enam pusat transshipment di seluruh Asia, Timur Tengah, Eropa dan Benua Amerika, memastikan bahwa barang dapat dikirim dekat dengan tujuan mereka sesegera mungkin dan menyediakan aliran kargo lebih mudah bagi pelanggan,” ungkapnya.
Program SOT baru akan membantu menghindari biaya penyimpanan yang tinggi di pelabuhan pembuangan.
Program ini dibangun atas upaya MSC secara berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan bisnis dan pemeliharaan vital jasa pengangkutan kontainer, seperti pergerakan makanan, produk segar, peralatan medis dan kebutuhan pokok barang lainnya. “Inisiatif SOT baru difokuskan khususnya pada dimulainya kembali permintaan berbagai barang dari Asia,” kata MSC.
Perogram SOT baru MSC ini bertujuan untuk memenuhi kembali permintaan bahan baku dan produk jadi dari Asia dengan menyediakan lapangan di titik strategis utama di seluruh dunia, seperti di Bremerhaven di Jerman, Busan di Korea Selatan, Raja Abdullah Port di Arab Saudi, Lome di Togo, Rodman PSA Panama International Terminal di Panama, dan Tekirdag Asyaport di Turki.
Dengan program ini, dapat menghemat biaya bagi pelanggan, seperti biaya penyimpanan pergudangan yang tinggi di tempat tujuan, demurage, serta biaya-biaya lainnya. “Ini juga akan membebaskan ruang di pabrik dan gudang asal, serta menghindari kelebihan persediaan di lokasi, juga membawa kargo lebih dekat ke pasar tujuan, mengurangi resiko kemacetan maupun penutupan di pelabuhan tujuan. (***)






























