Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut PT Pelni Masrul Khalimi menegaskan kalau penumpang KMP Sabuk Nusantara 97 dari Nunukan Kalimantan Utara yang sempat ditolak sandar di pelabuhan Buol, sekarang sudah bisa sandar dan menurunkan penupangnya.
“Para penumpang sudah turun,” katanya singkat kepada Ocean Week, Sabtu pagi (4/4).
Namun untuk lebih jelasnya informasi tersebut Masrul Khalimi meminta Ocean Week menghubungi Kepala Cabang Pelni Toli-toli Heri.
Kepada Ocean Week saat dikonfirmasi, Heri menyatakan bahwa sebenarnya Buol dan Toli-toli memang tidak masuk dalam rute KMP Sabuk Nusantara 97. ” Kapal dari Nunukan ke Kwandang Gorontalo Utara, tidak turun di Buol maupun Toli-toli. Tadinya para penumpang sudah diinfo tidak masuk Buol dan Toli-toli, tapi mereka tetap membeli tiket ke Kwandang dengan maksud dari Kwandang bisa turun dan kemudian akan melanjutkan perjalanan lewat darat ke Toli-toli maupun Buol. Tapi ternyata setelah kapal sampai di Kwandang Pemda setempat tak membolehkan penumpang turun jika bukan KTP setempat,” ujarnya, Sabtu pagi.
Makanya, banyak penumpang yang tujuan Buol dan Toli-toli tetap berada di atas kapal. Karena itu, Wakil Bupati Buol Abdullah Batalipu, berkirim surat kepada Kepala PT Pelni Cabang Gorontalo, agar kapal Sabuk Nusantara bisa menurunkan penumpang di Buol.
Dalam surat itu disebutkan sehubungan adanya penumpang warga Buol yang berada di kapal Sabuk Nusantara dari Tarakan yang karena situasi dan kondisi kapal tak singgah di pelabuhan Leok, dan kapal langsung menuju Kwandang. Maka demi pertimbangan kemanusiaan, Abdullah meminta kepada kepala Pelni Gorontalo untuk bisa memberangkatkan kembali kapal Sabuk Nusantara tujuan Leok dan bisa menurunkan penumpang warga Buol.
“Pemerintah Kabupaten Buol menjamin keamanan kapal dan ABK selama berada di pelabuhan Leok,” ungkap Abdullah dalam suratnya.
Namun, menurut Heri, para penumpang warga Buol sudah bisa turun, tetapi yang warga KTP Toli-toli ada sekitar 10 penumpang, dirinya mengaku belum memperoleh informasi, karena tak diperbolehkan turun di Buol.
Seperti diketahui sebanyak 22 penumpang asal Gorontalo dan Sulut akhirnya diizinkan turun dari KM. Sabuk Nusantara 97, setelah menunggu sejak pukul 05.00 wita di perairan Kwandang Gorontalo Utara.
Mereka ada diantara 103 penumpang KM. Sabuk Nusantara yang memiliki rute Nunukan, Sebatik, Tarakan, Toli-toli, Leok, Palele dan Kwandang.
Tapi, kapal tak bisa sandar dan menurunkan penumpang di Buol dan Toli-toli. Itu karena adanya kebijakan di kedua daerah tersebut yang menutup akses masuk dari pelabuhan ini.
Akibatnya, 81 penumpang masing-masing 50 penumpang asal Buol dan 31 penumpang Tolitoli, harus meneruskan perjalanan ke Gorontalo.
Pada Jumat (3/4), sekitar pukul 02.00 wita, kapal bertolak dari Buol menuju Pelabuhan Kwandang Gorontalo Utara. Kapal tiba sekitar pukul 05.00 wita.
Sebanyak 102 penumpang KMP Sabuk Nusantara-97 asal Nunukan Kalimantan Utara tertahan di atas kapal akibat penolakan bersandar di Pelabuhan Buol oleh Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19, mengakibatkan kapal berlayar ke Gorontalo Utara.
Dikutip Antara Jumat, hingga pukul 15.34 Wita, kapal beserta seluruh penumpang masih bertahan berlabuh di perairan Kwandang.
Penumpang terdiri dari 81 orang tujuan Buol dan Toli-toli, serta 21 orang penumpang tujuan Gorontalo, 3 di antaranya asal Sulawesi Utara yaitu 1 orang asal Kota Tomohon dan 2 orang Belang, Minahasa Tenggara, belum bisa turun dari kapal sejak berlabuh di perairan Kwandang sekitar pukul 05.30 Wita.
Kepala Dinas Perhubungan setempat, Nasution Djou, mengatakan, kapal dengan rute pelayaran Nunukan-Sebatik-Tarakan-Toli-toli-Leok-Palele-Kwandang, belum diizinkan sandar di Pelabuhan Kwandang.
Kapal berlayar dari Buol (Pelabuhan Leok dan Palele) ke Pelabuhan Kwandang pukul 02.00 Wita dan tiba di Pelabuhan Kwandang sekitar pukul 05.30 Wita.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara juga menolak para penumpang asal Buol, Toli-toli dan Nunukan tersebut, kecuali para penumpang asal Gorontalo, sebanyak 21 orang, namun akan menerapkan pemeriksaan kesehatan COVID-19 sesuai standar WHO.
Dua pilihan yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara melalui Wakil Bupati, Thariq Modanggu, untuk para penumpang tujuan Buol dan Toli-toli, sesuai koordinasi dengan Pemkab Buol. Pertama, 81 penumpang asal Buol akan dikembalikan melalui penjemputan transportasi darat. Penjemputan tersebut dilakukan langsung pihak Pemerintah Kabupaten Buol.
Kedua, hasil koordinasi dengan Bupati Buol, khusus seluruh penumpang Buol akan kembali dengan pemulangan kapal tersebut, menuju pelabuhan Nunukan, dengan jaminan dari Pemerintah Kabupaten Buol, yaitu biaya hidup sebesar Rp2 juta per orang selama masa darurat nasional COVID-19 diterapkan.
Setelah Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mengirimkan tim negosiator menumpang kapal Ganda Nusantara-05, dikoordinir Bripka Irni Yusnita Kahar, belum juga berhasil.
Bripka Irni menjelaskan, kronologis negosiasi yang dilakukan, dengan maksud prioritas mengevakuasi 21 penumpang asal Gorontalo termasuk 3 dari Sulut tujuan Pelabuhan Kwandang, namun terkendala upaya anarkis atau penolakan para penumpang kapal yang menghendaki seluruhnya harus turun di Pelabuhan Kwandang.
Jika tidak kata Irni, mereka (penumpang) mengancam melompat ke laut untuk naik di kapal yang ditumpangi tim negosiator, sehingga pihak negosiator batal melakukan evakuasi, juga memilih tidak mendekati KM Sabuk Nusantara-97 tersebut.
Negosiasi tetap dilakukan sekitar 30 menit berlangsung pada pukul 12.30 Wita, hasilnya para penumpang asal Buol, mengizinkan evakuasi 21 orang penumpang tujuan Pelabuhan Kwandang, dengan syarat, seluruh penumpang yang akan kembali ke Pelabuhan Buol, harus dibekali makanan siap santap dan air minum.
Tim negosiator pun kembali ke Pelabuhan Kwandang, melaporkan hasilnya ke Wakil Bupati Thariq Modanggu yang masih siaga di pelabuhan tersebut, bersama pihak KKP Gorontalo, Pelni Gorontalo, kepala Syahbandar Pelabuhan Kwandang, Dandim 1314 dan Kapolres Gorontalo Utara, juga tim medis Dinas Kesehatan, tim Dinas Sosial dan Camat Kwandang.
Saat ini, tim negosiator sementara melakukan pengiriman makanan dan air minum, selanjutnya akan mengarahkan kapal KM Sabuk Nusantara-97 untuk sandar di Pelabuhan Kwandang, melakukan evakuasi terhadap 21 penumpang tujuan Pelabuhan Kwandang, serta melakukan pengisian bahan bakar dan air bersih untuk balik berlayar ke Pelabuhan Buol. (ant/**)






























