Raksasa pelayaran asal Prancis, CMA CGM mengatakan bahwa pendapatan grup kuartal pertamanya turun 30 persen YoY, dan ini menjadi maskapai pelayaran pertama yang melaporkan keuangan yang turun tajam setelah dua tahun membukukan keuntungan bagi industri tersebut.
Pendapatan grup pengangkut petikemas yang berbasis di Marseille tersebut sebesar US$12,7 miliar, sebagian besar didorong oleh bisnis pelayaran maritim Grup.
Laba bersih sebesar $2,0 miliar turun dari laba bersih Q1 tahun lalu sebesar $7,2 miliar.
Volume peti kemas Q1 juga turun 5,3 persen menjadi 5 juta TEU, sementara pendapatan rata-rata kapal per TEU turun 37 persen pada kuartal pertama menjadi $1.766.
“Setelah dua tahun yang luar biasa, industri kami telah memasuki fase normalisasi karena perlambatan pertumbuhan global, inflasi, dan fenomena destocking yang terus berlanjut di banyak bagian dunia,” kata Chairman dan CEO CMA CGM Group Rodolphe Saade dalam sebuah pernyataan.
“Terlepas dari konteks yang memburuk ini, hasil kuartal pertama kami sangat solid. Itu adalah buah dari investasi kami, komitmen lebih dari US$30 miliar selama dua tahun terakhir yang memungkinkan kami untuk terus memperluas dan memperkuat jangkauan solusi transportasi dan logistik kami untuk pelanggan kami,” ujar Mr Saade sembari mencatat bahwa tren kuartal keempat tahun 2022 tetap berlaku pada kuartal pertama tahun 2023, dengan kondisi pasar yang menantang di industri transportasi dan logistik.
Menurut dia, permintaan barang terus melambat, mendorong normalisasi cepat tarif angkutan spot.
Pendapatan dari operasi pelayaran maritim mencapai $8,9 miliar, turun 40,3 persen dari kuartal pertama 2022.
Pendapatan dari operasi logistik mencapai $3,9 miliar pada kuartal pertama tahun ini.
Sedangkan pendapatan dari aktivitas lain (terminal pelabuhan, CMA CGM Air Cargo, media, dll) meningkat sebesar 5,3 persen menjadi $405 juta.
Ke depan, grup tersebut mencatat bahwa tren paruh kedua 2022 akan terus berlanjut di tahun 2023, dengan kondisi industri transportasi dan logistik yang memburuk.
“Prakiraan ekonomi makro untuk tahun 2023 mengantisipasi pertumbuhan PDB global yang moderat sepanjang tahun, mengingat tekanan inflasi yang menyeret turun belanja konsumen di negara-negara OECD. Namun, hal ini mungkin akan stabil di akhir tahun. Meski demikian, kapasitas baru yang diberikan pada kuartal mendatang diharapkan untuk terus membebani tarif angkutan dalam pengiriman peti kemas,” kata Grup CMA CGM. (scn/**)






























