Saat ini, banyak kapal pesiar yang datang ke Indonesia kesulitan untuk bersandar di pelabuhan. Tak sedikit, pihak pemerintah menolak masuknya kapal pesiar karena khawatir dengan wabah corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok.
Namun tak demikian dengan kebijakan yang diambil oleh Bupati Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) Djafar Achmad. Pihaknya justru terbuka menerima kapal pesiar MV Coral Adventurer yang membawa puluhan penumpang asal Australia masuk ke wilayahnya.
Padahal, sebelumnya kapal pesiar tersebut ditolak saat memohon bersandar di Kabupaten Alor dan Kabupaten Lembata. “Saya ijinkan semua penumpang kapal pesiar itu turun ke Ende,” kata Djafar yang pernah bekerja di PT Pelindo II Tanjung Priok ini.
Alasan Djafar memperbolehkan sebanyak 37 penumpang dari kapal pesiar itu yang kemudian diangkut dengan bus karena ingin memasarkan Danau Kelimutu. “Saya ijinkan karena standar pelabuhan sudah terpenuhi, sudah diperiksa kesehatannya dan sebagainya. Artinya semuanya sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang diperketat dan institusi yang berwenang sudah menyatakan steril,” ungkapnya.
Dia sebenarnya juga sempat mempertimbangkan penyebaran virus corona. “Saya tanggung jawab penuh, karena pelabuhan sudah oke dan dari pelabuhan sudah keluar bendera kuning, maka tidak ada alasan saya menolak, karena saya juga jualan pariwisata saya terutama Danau Kelimutu,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Daerah Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), melarang kapal asing masuk ke wilayah itu tanpa pemberitahuan. Wakil Bupati Lembata Thomas Ola langoday mengatakan, pihaknya menolak kapal asing masuk ke wilayah perairannya, untuk mencegah masuknya virus corona.
Tak Punya Kewenangan
Sementara itu, di tempat lain, Pemerintah Kota Surabaya menyatakan tidak punya kewenangan menolak datangnya kapal pesiar Viking Sun pada tanggal 6 Maret 2020 yang akan bersandar di Tanjung Perak.
Putut Sri Mulyanto. (**)
Direktur Operasi PT Pelindo III Putut Sri Mulyanto menyatakan, jika Rabu pagi (4/3) ini akan ada rapat di Kantor Syahbandar Tanjung Perak seluruh stakeholder terkait (KKP, OP, DISHUB, PELINDO, KP3, Airud, dll) untuk antisipasi dan persiapan kedatangan kapal pesiar Viking Sun pada Jumat tanggal 6 Maret 2020.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola objek wisata serta beberapa instansi terkait seperti PT Pelindo III, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta Kementerian Kesehatan.
“Ini terkait screening antisipasi terhadap wabah virus COVID-19 atau corona. Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan kepada penumpang, tapi juga kepada kru kapal oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan sesuai dengan SOP dari Kementerian Kesehatan,” katanya kepada pers, di kantornya.
Menurut dia selama kapal sandar di Perak, para penumpang akan melakukan aktifitas wisata sesuai dengan paket yang dijual oleh tour operator (Destination Asia Indonesia).“Selain melakukan tour di Surabaya, penumpang kapal juga ada yang melakukan kunjungan di luar kota Surabaya dengan estimasi peserta sejumlah 75 orang,” ungkapnya.Untuk diketahui, kapal berbendera Norwegia itu mengangkut sekitar 1.300 orang, baik penumpang maupun awak kapal. Rata-rata penumpang dari Australia dan London. (kps/***)