KAP3B Semarang menggelar diskusi secara daring pada Rabu (22/10) malam. Kali ini membahas KLAIM PERDAGANGAN PENGIRIMAN, Perspektif pengembangan nilai dan pendapatan dengan Nara sumber Nanang Fatahasyim, pakar kemaritiman nasional.
Kegiatan ini dihadiri antara lain Dr. Capt. Antony Arif Priadi (Ketua Umum KAP3B), Dr. Hartanto (Ketua Divisi pengembangan SDM), dan tim KAP3B) Capt. Ari Wibowo dan Indang Norjati.
Hadir pula Direktur Lala Ditjen Hubla Capt. Budi Mantoro dan para anggota KAP3B).
Dalam kesempatan tersebut Nanang menyampaikan bagaimana Memahami jalur pelayaran dari Selat ke India sebagai nilai internasional, Mengeksplorasi Pelayaran dan Perdagangan dalam mengelola kargo minyak sebagai komoditas, serta Menguraikan Klaim untuk meningkatkan pendapatan.
Selain itu juga dibahas mengenai PIAGAM WAKTU simon rainey, bahwa Piagam waktu hanyalah sebuah kontrak di mana Pemilik kapal setuju untuk menyediakan jasa Nakhoda dan awak kapal tersebut kepada Penyewa untuk pelaksanaan pelayaran bagi Penyewa sesuai dengan perintah mereka.
Lalu, Piagam spot adalah perjanjian jangka pendek—biasanya untuk satu pelayaran—di mana sebuah kapal disewa untuk mengangkut kargo dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Perjanjian ini menawarkan fleksibilitas dan kecepatan, menjadikannya ideal bagi para pedagang yang merespons fluktuasi pasar atau kebutuhan kargo yang mendesak.
Disampaikan juga bahwa jenis piagam ini berbeda dari piagam waktu atau piagam bareboat, yang melibatkan komitmen yang lebih panjang. Piagam spot seringkali dinegosiasikan dengan cepat dan mencerminkan harga pasar saat ini, oleh karena itu disebut “pasar spot”.
Diskusi dengan zoom tersebut mulai dilaksanakan sekitar pukul delapan malam, diikuti oleh ratusan peserta.
Sebelumnya KAP3B juga menggelar diskusi serupa dengan tema Proses perijinan, usaha perusahaan keagenan kapal. Diskusi secara daring itu menghadirkan narasumber sumber DR. Capt. Ari Wibowo, Aris Hartoyo (Ketua ISAA), dan DR. Eduar Sijabat (Sekjen ISAA).
DR. Hartanto, Ketua Divisi pengembangan SDM KAP3B kepada Ocean Week mengatakan bahwa KAP3B memiliki visi mewujudkan organisasi ini mampu menjawab tantangan klaster maritim nasional maupun internasional.
Menurut Hartanto bahwa organisasi ini juga memiliki misi Mengembangkan KAP3B sebagai Organisasi Alumni yang Solid, Peduli, Efisien dan Transparan (SPET).
Selain itu, Membangun hubungan yang nyata dengan Almamater PIP Semarang dalam bentuk kegiatan yang saling menguntungkan. Mengembangkan Jejaring Antar Alumni & Stakeholder Klaster Maritim. Mendorong Regenerasi Kepemimpinan Alumni yang Berkelanjutan, serta Mengembangkan Jejaring Ekosistem Ekonomi Alumni.
Hartanto berharap melalui organisasi ini, para alumni bisa terus berkontribusi untuk perkembangan dan kemajuan sektor kemaritiman nasional maupun internasional. (**)





























