Presiden Jokowi mengatakan wilayah Natuna, Kepulauan Riau, sempat diklaim masuk Laut China Selatan. Karena geram, Presiden Jokowi memberi gertakan dengan menaiki kapal perang pada 2016, dua tahun lalu.
“Tadi Mbak Yenny menyampaikan, waktu ada klaim Natuna itu masuk dari bagian, garisnya Laut China Selatan. Bener. Saya juga panas. Saya bawa kapal perang, saya ke Natuna,” ujar Jokowi di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, seperti dikutip DetikNews, kemarin.
“Saya sampaikan bahwa Natuna adalah teritorial Indonesia di atas kapal perang, waktu itu. Karena penduduk di Kabupaten Natuna itu 169 ribu jiwa, itu adalah penduduk Indonesia. Masa ada yang mau mengklaim-mengklaim? Kalau ada yang mau ngajak berantem, ya kita ramai-ramai. Iya, jelas itu wilayah kita,” kata Presiden Jokowi.
“Penduduk kita 169 ribu. Jelas sekali. Kalau yang jelas-jelas seperti itu, ada yang macam-macam…,” ungkapnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerangkan Laut China Selatan lebih bergejolak dibanding sebelumnya. Dia pun memerintahkan jajaran TNI selalu bersiaga. Dia juga meminta Satuan TNI Terintegrasi Natuna yang baru diresmikannya fokus menangkap ancaman di perbatasan.
“Untuk membangun kekuatan TNI yang diharapkan mampu memberikan daya tangkal atau deterrent effect terhadap ancaman, khususnya di perbatasan,” kata Hadi. (sumber detiknews/**)






























