Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 pada tanggal 5-6 Maret 2020, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), berbarengan dengan pameran Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ).
Rencananya, Munas Aptrindo akan dibuka oleh Menhub Budi Karya Sumadi. Menurut Felix Daniel Lawalata, Panitia Pelaksana Munas, bahwa kegiatan ini dalam rangka melaksanakan kewajiban AD/ART.
Salah satu agendanya adalah pemilihan ketua umum Aptrindo periode 2020-2025. Tetapi, kata Felix, calon ketua umum yang sudah mendaftar untuk bursa pencalonan baru incumbent (Gemilang Tarigan).
Padahal, waktu pendaftaran berakhir pada jam 17.30 Wib hari Jumat (28/2) ini. Artinya, jika tak ada calon yang mendaftar, Gemilang Tarigan bakal kembali terpilih secara aklamasi memimpin Aptrindo periode 2020-2025.
Saat jumpa pers, di Kantor Aptrindo, di Tanjung Priok, Tarigan menyatakan kalau dirinya dipercaya kembali memimpin Aptrindo, ada beberapa hal yang ingin dilakukannya. “Soal Odol (Over Dimension dan Over Load), lalu digitalisasi, dan target perluasan DPD Aptrindo untuk seluruh Indonesia,” kata Tarigan menjawab wartawan, di Jakarta Utara, Jumat (28/2).
Menurut dia, untuk Odol, biar nanti dibahas pada saat acara seminar di Munas Aptrindo. Tapi targetnya adalah zero Odol zero pungli. Kemudian mengenai digitalisasi, pihaknya sedang membangun SIReTNA (sistem informasi dan registrasi truk nasional).
“Program Odol dijalankan secara manual, artinya dilakukan dg orang, makanya masih marak pungli, makanya untuk zero pungli mesti dilakukan dg digital disebut SIReTNA,” ungkapnya.
Selain itu, Tarigan juga mentargetkan terbentuknya DPD Aptrindo seluruh Indonesia. “Saat ini DPD baru ada 22 dan 12 DPC di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Ketua Pengarah Munas, Tata Wahyudin menambahkan, Munas ini tentunya memiliki posisi strategis untuk mempersiapkan penyusunan garis-garis besar kebijakan umum organisasi maupun program kerja organisasi dalam kurun 5 tahun kedepan. “Tema Munas Aptrindo kali ini adalah Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Daya saing Moda Transportasi Jalan yang Efektif dan Efisien,” katanya. (***)































