• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Monday, March 16, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Cosco Buka Layanan Surabaya-Nava Sheva Setiap Minggu

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

    Eastern Pacific Shipping Pesan 16 Kapal, Kapasitas 6.000 TEU

  • Port
    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    Terminal Kijing Mampu Melayani 15 Kapal Sekaligus, Bobot Kapal 100.000 DWT Bisa

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    IPC TPK Teluk Bayur Tambah Peralatan Bongkar Muat

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Pelabuhan Kijing, PR Berat Dirut Baru Pelindo

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Throughput Terminal Kijing Membaik, Terus Nasib Dwikora Bagaimana ?

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Danantara Kunjungi Teluk Bayur, Dukung Penataan Pelabuhan Muaro Padang

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Batu Ampar Bertransformasi Jadi Pelabuhan Modern

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Pembangunan Patimban Capai 83,37%, Terus Dikebut

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Tanggal 14 Februari, Kegiatan Kapal di Pangkalbalam Akan Normal Lagi

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

    Kapal Pindahkan Kegiatan Dari Pelabuhan Batang, Karena Drafnya ‘Cetek’

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Jalur Sutra Cina-London dengan KA

ocean_M.admin by ocean_M.admin
January 11, 2017
in Berita Lain
340
SHARES
2k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Otoritas Cina dan sejumlah perwakilan pekerja berkumpul di Stasiun Kereta Api Yiwu, Provinsi Zhejiang pada Minggu (1/1/2017) lalu. Pada hari pertama 2017 itu mereka sedang mengikuti prosesi pemberangkatan kereta barang pertama yang akan menempuh jarak sejauh hampir 13 ribu km. Menurut Kantor Berita Xinhua, kereta barang itu akan melewati Kazakhtan, Rusia, Belarus, Polandia, Jerman, Belgia, Prancis, dan berakhir di kawasan Barking—London bagian Timur, Inggris.

Proyek raksasa ini merupakan usaha merestorasi rute lama yang menjadi jalur perdagangan Cina dengan negara-negara Eropa. Rute yang sudah mulai dirintis sejak tahun 200 Sebelum Masehi itu masyhur dengan sebutan Jalur Sutra.

Dulu kafilah para pedagang mengembara sepanjang Jalur Sutra dengan karavan yang dihela oleh kuda atau unta. Kini, dengan kereta khusus pengantar barang bikinan putra-putri terbaiknya, Cina kembali menyusuri Jalur Sutra untuk mengantarkan beragam peralatan rumah tangga, pakaian, tas, hingga koper. Warga Inggris bisa menikmatinya kurang lebih 18 hari terhitung kereta berangkat.

Waktu tempuh yang lama bukan hanya dikarenakan jarak tempuh yang jauh. Salah satu yang memperlambat adalah ukuran rel yang berbeda-beda sehingga muatan harus berpindah gerbong di beberapa titik. Otoritas Cina telah mempertimbangkan hal ini.

Meski waktu tempuh mencapai 18 hari, namun dari sisi pembiayaan masih jah lebih murah ketimbang mengekspor barang dengan menggunakan pesawat. Di sisi lain, mengantar barang menggunakan kapal memang murah, namun memakan waktu yang malah jauh lebih lama lagi. Penggunaan kereta barang, menurut mereka, adalah sebuah kompromi yang terbaik.

Inggris adalah negara Eropa kedelapan yang menjadi tujuan kereta barang Cina, sedangkan London adalah kota tujuan kedua belas. Ini salah satu realisasi strategi ekonomi “Satu Sabuk, Satu Jalan” yang digagas Presiden Cina Xi Jinping sejak 2013. Tujuannya menghubungkan Asia dan Eropa serta Afrika melalui Jalur Sutra yang lama.

Dikutip dari Bloomberg, wakil ketua China Securities Regulatory Commision Yao Gang mengatakan bahwa Cina telah menyisihkan dana sebesar $40 Miliar untuk membiayai jalan dan kereta api ke luar negeri di bawah instruksi Xi Jinping. Sementara itu, perdagangan dengan negara-negara di sepanjang koridor Jalur Sutra via rel kereta ini bisa mencapai $2,5 triliun dalam jangka waktu satu dekade.

Jalur rel kereta api memang selalu menjadi prioritas nomor satu Presiden Xi Jinping, kata Yao. Pada bulan Desember 2016, pemerintah Cina telah mengumumkan bahwa mereka tak segan-segan akan menghabiskan 3,5 miliar yuan (sekitar $503) untuk menggenjot dan memperluas sistem perhubungan nasional pada 2020. Rencana ini akan menghasilkan jalur kereta cepat sepanjang 30 ribu km, demikian menurut hasil briefiing Dewan Informasi Negara di Beijing, Kamis (4/1/2017). Panjangnya mencapai 6,5 kali jarak New York-Los Angeles dan menjangkau 80 persen kota-kota besar di Cina.

Prinsip Jinping adalah investasi besar-besaran pada bidang infrastruktur yang mendukng pertumbuhan ekonomi Cina. Cina telah memulai hal ini sejak lama untuk merealisasikan visi ini, yakni dengan kebijakan ekspor besar-besaran ke banyak negara, salah satunya Eropa, sebagai salah satu mitra terbesarnya. Perbaikan infrastruktur, terutama proyek kereta langsung lintas benua, diharapkan akan menjadikan strategi tersebut berjalan lebih efisien dan memberikan pemasukan lebih banyak bagi para eksportir swasta maupun negara.

Cina, dalam pandangan Yao, telah menggunakan jalur kereta api sebagai alat diplomasi ke luar negeri. Cina dan produsen kereta dalam negerinya telah menargetkan pasar negara berkembang di Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara—termasuk Indonesia. Mereka juga menawarkan kontraktor dengan nama dan rekam jejak mentereng kepada negara-negara berkembang yang diajak kerja sama.

Politik dalam Motif Ekonomi

Hubungan dagang antara Cina dan negara lain dalam visi “Satu Sabuk, Satu Jalur” memang didasari niat ekonomi, namun tak bisa dilepaskan dari kondisi  politik yang terjadi, ujar Wade Shepar dalam artikelnya di Forbes. Saat Amerika Serikat dan Uni Eropa berseteru dengan Rusia pada 2014 akibat konflik di Ukraina dan Republik Krimea, Cina pada saat yang sama malah menawarkan investasi untuk memperkokoh hubungan ekonomi dengan Rusia di bidang penjelajahan ruang angkasa, sains, dan keuangan.

Saat Sri Lanka dilanda tuduhan kejahatan perang sehingga AS mematikan aliran bantuannya dan Uni Eropa menolak menandatangani perjanjian kerjasama dagang di pertengahan 2000an, Cina hadir  menggandeng Sri Lanka. Hasilnya adalah proyek infrastruktur berskala besar termasuk pelabuhan, terminal kontainer, bandara internasional, dan beruas-ruas jalan raya yang baru. Semuanya dimaksudkan untuk menyaingi Singapura dan Dubai, dan melibatkan zona industri baru seluas 60 ribu meter per segi.

Jalur kereta barang dari Yiwu ke London juga tak jauh berbeda. Semuanya bermuara dari hasil referendum Brexit yang memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa. Keputusan ini lambat laun, dan sedikit banyak, akan menghambat hubungan perdagangan  Inggris dengan negara-negara Eropa lain. Sadar akan situasi tersebut, Cina pun memanfaatkan celah tersebut. Menurut Shepar, Cina adalah alternatif yang lebih potensial ketimbang negara-negara sahabat Inggris di Asia Timur lain.

Visi ini dikemukakan profesor Studi Cina dan Asia di King’s College, London,  Kerry Brown. Kepada thediplomat.com, ia mengatakan bahwa Cina adalah kawan baru yang baik sebab sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan menjanjikan. Baginya, sudah bukan zamannya Inggris menganggap Cina sebagai negara antah berantah.

Ia menyoroti bahwa tiba-tiba janji perdagangan dengan Cina di masa lampau telah terealisasi dengan lebih cepat ketimbang yang diharapkan atau diduga sebelumnya. Kurang setahun Brexit terjadi, kereta barang langsung dari Cina sudah tiba di London.

Rencana besar telah disiapkan antara pemerintah Cina dan Inggris, termasuk pabrik nuklir Hinkley Point, potensi sebesar $2,12 miliar dari pembangunan distrik keuangan baru di dermaga lama East End, London, dan pembangunan proyek Spire London, perumahan tertinggi di Eropa yang berada di daerah Canary Wharf. Menurut CBRE Group Inc., perusahaan Cina menginvestasikan sekitar $5 miliar pada bisnis properti di London pada 2016.

Namun Brown juga mengingatkan kerja sama dengan Cina bisa menjadikan Inggris lebih lemah di hadapan Cina. Inggris akan memiliki tingkat ketergantungan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, plus lebih rentan secara ekonomi. Sebab, bagi Brown, meski dua negara sedang bekerja sama, namun yang tak boleh dilupakan bahwa keduanya juga sedang bersaing. Brexit, sayangnya, membuat daya saing Inggris cenderung menurun. Kerja sama dengan Cina dianggap Brown sebagai tanda kekalahan dan keputusasaan.

“Ini (Brexit) adalah hasil yang menyedihkan. Cina memiliki ikan yang lebih besar untuk digoreng (keuntungan ekonomi yang lebih besar—red). Kerja sama ini nantinya akan lebih terlihat sebagai pemberian rasa kasihan yang sporadis, diselingi kenangan akan masa lalu ketika Inggris masih dianggap oleh negara lain, bahkan oleh Cina sendiri,” paparnya. (Akhmad Muawal Hasan/**)

Previous Post

Sri Lanka Sulit Bayar Utang, Pelabuhannya Tak Laku

Next Post

BICT

Next Post

BICT

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6278 shares
    Share 2511 Tweet 1570
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5443 shares
    Share 2177 Tweet 1361
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4536 shares
    Share 1814 Tweet 1134
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4204 shares
    Share 1682 Tweet 1051
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3895 shares
    Share 1558 Tweet 974

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

Angkutan Lebaran Batam, Aman dan Ada Diskon Tarif

Angkutan Lebaran Batam, Aman dan Ada Diskon Tarif

March 16, 2026
Jelang Nyepi & Lebaran, 35 Kapal Nonstop Layani Jawa-Bali

Jelang Nyepi & Lebaran, 35 Kapal Nonstop Layani Jawa-Bali

March 15, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.