Ketua DPC INSA Kalbar Tju Fo Phin meminta agar alur pelayaran masuk ke pelabuhan Dwikora Pontianak segera dikeruk, agar lalu lintas kapal di sungai Kapuas bisa aman dan lancar.
Hal itu diungkapkan nya kepada Ocean Week di sela acara Muswil VI ALFI DKI Jakarta, bertempat di Mercure Hotel Jakarta Pusat, Rabu (11/12).
“Saat ini sedang dalam pembahasan soal pengerukan dengan Pelindo, dan pihak terkait,” ujarnya.
Namun, Fo Phin tak menjelaskan kapan alur tersebut bakal dikeruk. “Belum ada keputusan. Kalau kata Pak Kalbar (GM Pelindo Pontianak) masih menunggu dari Pelindo pusat,” ungkapnya.
Fo Phin juga mengatakan bahwa kapal-kapal yang sekarang ini berkegiatan di pelabuhan Dwikora maupun terminal lainnya, tetap menunggu pasang surut air sungai Kapuas.
Ditanya mengenai pelabuhan Kijing di Mempawah Kalbar, khususnya untuk kegiatan petikemas, Fo Phin mengaku pesimis. “Belum tentu tahun 2025 nanti bisa jalan. Saat ini baru kegiatan CPO yang sudah jalan,” ungkapnya.
Dia berharap terminal petikemas bisa secepatnya berjalan, karena fasilitas dermaganya sudah dibangun dan sudah siap dioperasikan.
Sementara itu Ketua ALFI Kalbar Dharmayadi mengatakan bahwa saat ini KSOP Pontianak menerapkan aturan 5,1 untuk kapal keluar masuk ke Dwikora. “Dan untuk kapal-kapal petikemas aman, yang jadi masalah selama adalah kapal non petikemas,” katanya.
ALFI Kalbar juga berharap alur Mauk ke pelabuhan sungai Kapuas segera di keruk. (**)






























