DPC INSA Jaya didukung Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan Workshop CEISA 4.0, bertempat di Sunlake Hotel, Sunter Jakarta Utara, selama dua hari, dari Senin (18/12) dan Selasa (19/12).
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari perusahaan pelayaran asing yang berkegiatan di pelabuhan Tanjung Priok.
Ardani Naryasti, kepala bidang kepabeanan layanan dan informasi Bea Cukai Tanjung Priok, mewakili Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Ambang Priyonggo, resmi membuka workshop CEISA 4.0, pada Senin pagi.
Dalam sambutannya, Ardani menyampaikan apresiasinya kepada INSA Jaya yang telah membantu Bea Cukai untuk mensosialisasikan layanan berbasis elektronik ini (CEISA 4.0).
“Itu INSA Jaya sudah mengantisipasinya dengan melaksanakan pelatihan kepada pelayaran anggotanya sebelum CEISA 4.0 dimandatorikan,” ujar Ardani.
Ardani berharap supaya pelatihan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta. “Semoga niat baik ini bisa diterima dan kami minta masukan-masukan untuk perbaikan kedepannya,” katanya lagi.
Sebelumnya, Darwin Purba, kasie Angkutan Laut KSOP Tanjung Priok, mewakili Kepala KSOP M. Takwin Masuku, dalam sambutannya menyebutkan bahwa bea cukai mengembangkan sistem teknologi informasi berbasis aplikasi webform bernama CEISA 4.0 sejak tahun 2018 lalu.
“CEISA 4.0 memudahkan integrasi dan kolaborasi antara G2G (goverment to goverment), B2G (Business to goverment) dan B2B (Business to Business),” ujarnya.
Aplikasi yang baru dirilis tahun 2020 ini hadir dengan berbagai perbaikan pada proses komputerisasinya.
Diharapkan, sistem ini menjadi bahan dasar penentuan kebijakan ke depannya dengan menghasilkan laporan bersifat deskriptif yang diharapkan mampu memprediksi pengambilan keputusan.
Mulai dari pengembangan platformnya, teknologinya juga menunjang teknologi terkini (artificial inteligent, block chain) yang menunjang pengawasan dan pelayanan bea cukai secara optimal.

Takwin juga mengungkapkan bahwa CEISA 4.0 mengusung pilar single core System, yakni penyatuan beberapa sistem utama CEISA yang selama ini terpisah, terdiri dari banyak modul aplikasi untuk setiap layanan berbeda, baik impor, ekspor, tempat penimbunan berikat dan FTZ area.
Menurut Takwin, CEiSA 4.0 mampu mengoptimalkan kegiatan pengawasan dengan memanfaatkan teknologi untuk menunjang profilling, smart targeting, dan passenger risk management pada unit pengawasan, di tahun 2012 menjadi awal berdirinya sistem CEISA.
Sebuah sistem integrasi seluruh layanan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada semua pengguna jasa kepada publik sehingga semua pengguna jasa sebagai pengguna bisa mengakses dari mana pun, kapan pun dengan koneksi internet.
“Semoga pelatihan ini mampu meningkatkan kinerja pelabuhan Tanjung Priok dan selaras dengan kebijakan pemerintah melalui instruksi presiden nomor 5 tahun 2020 tentang penataan ekosistem logistik nasional,” ungkap Takwin.
INSA Jaya Sebagai Mitra
DPC INSA Jaya mutlak sebagai mitra kerja pada bidang kepabeanan dan cukai terkait sarana pengangkut (Sarkut) sebagaimana diatur dalam undang-undang Kepabeanan no. 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU no. 10/1995 tentang Kepabeanan San peraturan menteri keuangan no. 158/PMK.04/2017 tentang tata laksana penyerahan pemberitahuan rencana kedatangan sarana pengangkut, manifest kedatangan dan manifest keberangkatan sarana pengangkut.
Sekertaris DPC INSA Jaya, M. Erwin dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk kepentingan anggota INSA Jaya. “Kegiatan ini menjadi bagian dari layanan INSA Jaya untuk anggotanya. Dan kami mengucapkan terima kasih kepada bea cukai yang telah memberi dukungan sehingga workshop CEISA 4.0 bisa terlaksana,” katanya.
Seperti diketahui, Bea Cukai terus berupaya memperbaiki layanan, termasuk peningkatan sistem informasi pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai. Hal ini diwujudkan salah satunya dengan diterapkannya sistem aplikasi Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) yang saat ini sudah memasuki generasi keempat.
Portal pengguna jasa CEISA 4.0 merupakan suatu sistem yang digunakan untuk membuat dokumen pabean pengganti modul aplikasi pemberitahuan impor barang (PIB), pemberitahuan ekspor barang (PEB), dan tempat penimbunan berikat (TPB).
Pengguna jasa dapat mengakses semua proses kepabeanan dalam satu sistem portal, termasuk tracking status barang kiriman. CEISA 4.0 dapat diakses menggunakan browser, sehingga pengguna tidak perlu menginstal aplikasi khusus di perangkat komunikasinya. Sistem ini juga sudah terintegrasi dengan sistem kurs mata uang, manifest, dan pajak. (**)




























