PT Pertamina (Persero) akan diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membeli 80 kapal buatan dalam negeri.
Informasi mengenai rencana pengadaan kapal tersebut dibocorkan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo.
Hashim mengatakan bahwa dari sekitar 300 kapal Pertamina ada puluhan yang harus diganti karena usianya sudah di atas 30 tahun.
“Pak Prabowo sudah katakan dia mau affirmative action. Nanti Pertamina akan didorong untuk beli kapal-kapal dari dalam negeri,” ujarnya dalam Dialog Ekonomi di Menara Kadin, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Menurut Hashim, semua galangan kapal akan dapat order. “Saya tidak dapat komisi dari galangan kapal, ya. Saya tidak punya galangan kapal, saya sudah cukup ini,” kata Hashim bercanda.
Hashim merinci 80 kapal tersebut berbobot kurang dari 17.500 ton. Dia menegaskan produsen di Indonesia seharusnya mampu membuat kapal-kapal tersebut.
Meski, Hashim mengakui bahwa kapal Made in Indonesia masih mahal, namun harganya masih kalah murah dari produksi Korea Selatan dan China.
“Nanti harus lihat. Kawan-kawan Kadin tolong ya bidang industri, ini yang mana yang bisa kita kurangi cost-nya dan banyak cost itu dibuat oleh aturan manusia. Kalau manusia buat aturan, manusia bisa ubah aturan. So, ini aturan-aturan apa yang bisa kurangi cost of production,” ungkap Hashim.
“Nanti pemerintah akan kasih, paling sedikit 80 kapal lah akan diberikan order. Itu belum termasuk Pelni, baru Pertamina saja. Saya dengar ada 15 kapal yang ukuran 15 ribu ton, itu pun bisa dibangun di Indonesia,” tegasnya.
Hashim menyampaikan bahwa tekad Presiden Prabowo Subianto adalah Indonesia mampu mengerjakan proyek tersebut. Hashim menyebut jika bisa dikerjakan sendiri, Prabowo ingin semuanya digarap di tanah air.
“Galangan kapal bisa dapat order. Ekonomi sekitar, kaki lima atau warteg bisa dapat (pemasukan), pekerja-pekerja, dan nanti industri besi baja,” ujar Hashim. (***/cnn)





























