• Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Monday, May 25, 2026
  • Login
Ocean Week
Advertisement
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    10 Pelabuhan Tersibuk, Indonesia Tak Termasuk ?

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
    • All
    • Moving Kapal
    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Evergreen Pesan 11 Kapal, COSCO 12 Kapal Kontainer

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    Melintas Selat Hormuz Dipungut Rp 34 M, Iran Batasi Kapal…

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    2026 Masih Prospektif, INSA Berharap Presiden Perhatikan Pelayaran ‘Merah Putih’

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    CMA CGM Resmikan 10 Kapal Raksasa, Akan Diawaki Pelaut Perancis

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    Terminal Teluk Lamong Sambut Service TI1 Indonesia –Thailand

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    MSC Buka Layanan Baru Langsung AS-Afrika

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    Kapal Raksasa Milik Evergreen, Kenapa Belum Masuk Indonesia

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    CMA CGM Menerima Kapal LNG Bahan Bakar Ganda Kapasitas 24.000 TEU

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya  Pelabuhan Baru di AS

    Cosco Tak Akan Ubah Layanan Transpasifiknya, Meski Ada Biaya Pelabuhan Baru di AS

  • Port
    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Tuas, Megaport Singapura Serba Otomatis

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Dukung Kelancaran Logistik, Pelindo Perkuat Layanan di Pelabuhan Ciwandan

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Kinerja Operasional IPC TPK Tetap Terjaga Baik

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Dari Kuala Tanjung, CMA CGM Buka Rute ke China Selatan

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Operasional Kijing Dipercepat, INSA Tak Bisa Paksa Kapal Harus Kesana

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    10 Pelabuhan Tersibuk, Indonesia Tak Termasuk ?

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    DPRD Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Emas Makin Padat, Antrean Kapal Mulai Berkurang

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

    Tanjung Priok Jadi Kontributor Utama PTP Nonpetikemas,

  • Dockyard
    • All
    • Fasilitas
    • Jadwal
    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Iperindo Gelar Pelatihan SMK3, 27% Perusahaan Galangan Belum Terapkan Keselamatan Kerja

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    Permintaan Pasar Besar, KEK Galangan Kapal Dapat Tingkatkan Daya Saing

    DPR RI Minta Kemenhub Maksimalkan Potensi PNBP

    Dilematis Galangan Kapal Lokal, Hingga Presiden Marah

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    MSC Terima Kapal Raksasa 24 Ribu TEU Keempat Dari Hudong

    Pelabuhan Pare-pare jadi Penyangga Makassar

    INDONESIA KENDARAAN TERMINAL

    Jika Dipanggil Hubla, APBMI Tolak Permenhub 152/2016

    DERMAGA 004 UTARA

    Pelita Samudera Divestasi Aset FLF untuk Beli Kapal

    TPS SURABAYA

    TPK SEMARANG

    TPK PALARAN

  • Jadwal
    • All
    • BICT
    • BJTI
    • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
    • IKT
    • JICT
    • MAL
    • PTP
    • Teluk Lamong
    • TPK Koja
    • TPK Makasar
    • TPK Palaran
    • TPKS Semarang
    • TPS Surabaya

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

    JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL

    TPK KOJA

    TPS SURABAYA

    PT MUSTIKA ALAM LESTARI

    TPK SEMARANG

    TERMINAL TELUK LAMONG

  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News
No Result
View All Result
Ocean Week
No Result
View All Result
Home Berita Lain

Fuel Surcharges, Jadi Beban Tambahan Pelayaran

oceanweek by oceanweek
July 13, 2023
in Berita Lain, Uncategorized
Fuel Surcharges, Jadi Beban Tambahan Pelayaran
394
SHARES
2.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pelayaran yang berkegiatan di Tanjung Emas Semarang dan Tanjung Priok Jakarta meminta agar pemberlakuan fuel surcharges oleh PT Pelindo dievaluasi kembali, karena biaya yang dikenakan dirasakan cukup memberatkan owner maupun operator kapal.

Hal itu diungkapkan Hari Ratmoko, Ketua DPC INSA Tanjung Emas dan Munif SH, koordinator pengguna jasa pelabuhan (Penjaspel) Tanjung Priok, kepada Ocean Week, melalui WhatsApp nya, Kamis pagi.

“Ya,  Fuel Surcharges dirasakan cukup memberatkan bagi rekan-rekan owner & operator kapal di Tanjung Emas. Kami terus mendorong Pelindo untuk melakukan kaji-ulang terhadap penerapan Fuel Surcharges tersebut,” ujar ketua INSA Tanjung Emas itu.

Mestinya, ungkap Hari, pengenaan fuel surcharge tersebut disesuaikan dengan fluktuasi harga BBM Pertamina, bukan terus dipatok Rp 18.000 sesuai kesepakatan Pelindo dengan INSA Pusat. “Padahal, harga BBM Pertamina terkadang turun, tapi tetap saja segitu, sehingga fuel surcharge itu memberatkan,” ucapnya lagi.

Dia berharap Pelindo segera mengkaji ulang masalah ini.

Sementara itu dari Tanjung Priok, Munif SH juga mengeluhkan hal yang sama. “Kami meminta supaya pemberlakuan zonasi dan pengenaan fuel surcharge dievaluasi kembali, bahkan kalau perlu dihilangkan,” katanya.

Sedangkan Sekjen CAAIP, Capt. Zaenal A. Hasibuan menegaskan, dalam kaitannya dengan biaya fuel Surcharge yang ditagihkan oleh badan usaha pelabuhan kepada kapal pengguna jasanya, sebenarnya ini sudah pantas dihapus.

“Mengapa demikian?. Karena pada kenyataannya di pasaran tersedia berbagai macam harga fuel yang bisa kita beli. Semua perusahaan pelayaran menggunakan fuel bukan hanya badan usaha pelabuhan saja yang menggunakan fuel, jadi mengenai ketersediaan harga fuel yang bervariasi bukan rahasia lagi. Di sinilah kejelian pelaku usaha Pelabuhan untuk memilih fuel yang lebih efisien, serta mengoperasikan kapalnya dengan cara yang efisien agar tidak manja untuk selalu meminta kenaikan harga setiap kali ada kenaikan biaya operasional expenditurenya,” kata capt. Zaenal.

Menurut pengamat kemaritiman nasional ini, dengan tetap meminta fuel surcharge kepada perusahaan pelayaran pengguna jasanya, menggambarkan bahwa badan usaha Pelabuhan tidak bisa beroperasi secara efisien, dan tidak memperdulikan objektif pemerintah untuk menekan biaya logistik nasional.

Kegiatan pemanduan kapal. (**)

“Cara yang paling baik adalah dengan menghapus fuel surcharge tersebut tanpa harus diminta oleh pengguna jasanya. Terlebih jika kapal yang digunakan oleh badan usaha pelabuhan adalah merupakan anak usahanya sendiri, tentu efisiensi bisa dilakukan dengan berbagai macam cara,” jelas Capt. Zaenal.

Menanggapi hitungan biaya berdasarkan zonasi, pengusaha pelayaran ini pun mengungkapkan bahwa cara penghitungan durasi jasa pandu tunda menggunakan sistem zonasi sebaiknya juga diganti. Sistem ini adalah cara primitif seperti taxi gelap yang tidak memiliki argometer, padahal bentuk transparansi biaya pasti mengacu pada real time dari jasa yang diberikan.

“Hal seperti ini terjadi karena memang di Pelabuhan Utama monopoli Pelindo dengan anak usahanya seperti melebihi kekuasaan Otoritas Pelabuhan. Dengan tidak pernah dibukanya peluang Badan Usaha Pelabuhan lainnya, maka mimpi menekan biaya logistik nasional adalah mimpi yang mustahil dicapai. Dalam bisnis pelayaran di saat ada perubahan biaya operasional expenditure yang signifikan masing-masing perusahaan akan mencari kiat untuk beroperasi lebih efisien lagi. Karena cara mempertahankan margin bisa dilakukan dengan meningkatkan efisiensi, bukan cuma hanya menambahkan harga jasa yang diberikan,” katanya.

Seperti diketahui bahwa Pelabuhan Tanjung Priok memberlakukan zonasi penundaan kapal domestik maupun luar negeri, mulai 1 Februari 2018 lalu.

Untuk kapal pindah dari dermaga ke dermaga lain, zona dikenakan 2 jam. Sedangkan untuk kapal pindah dari dermaga ke dermaga dalam satu zona yang sama, maka jam yang dikenakan 1,5 jam.

Tapi, untuk kapal darurat penagihan jam sesuai real pelayanan plus mob demob yang berlaku ke dari dermaga yang dituju, berlaku untuk semua kapal dalam dan luar negeri.

Munif, SH menambahkan jika pelayaran di pelabuhan Tanjung Priok mengeluhkan tingginya biaya fuel surcharges yang ditarik oleh BUP Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, karena perhitungannya didasarkan pada zonasi.

Sebenarnya, Pelayaran ingin supaya pengenaan surcharges tersebut berdasarkan riil penggunaan penundaan kapal.

“Penggunaan fuel surcharges sebaiknya tak berpatokan pada jam zona, tapi riilnya saja,” katanya.

Mereka mencontohkan, kapal masuk ke terminal 2, zonasinya dihitung 2,5 jam (masuk) kali 2 jam (keluar) = 4,5 jam pemakaian BBM kapal tunda dengan 2×620 HP=1200.

Dulu per jam 110 liter x 4,5 jam = 500-an liter, harga solar dihitung Rp 18000, selisihnya 3500 (kesepakatan Rp 14.500) x 500 liter = Rp 1.750.000. “Yang ditagihkan oleh Pelindo sebesar Rp 3.331.000 (PPN), nah dari mana hitungan angka itu,” ungkapnya.

Menurut Munif, jika penggunaan tunda dengan HP 2200×2, pengenaan bayar pasti lebih besar lagi. “Itu makanya kami minta surcharges dihitung penggunaan riilnya saja,” ujarnya lagi.

Untuk diketahui, pada tahun 2021 tercatat penggunaan BBM untuk pelayanan tunda, pandu, dan kepil sebesar 6.387.930 liter, dimana penggunaan BBM untuk kapal tunda sebesar 5.926.598 liter, untuk kapal pandu sebesar 443,434 liter, dan untuk kepil 17.898 liter.

Munif juga mengingatkan bahwa tarif untuk Loa s/d 100 M itu tarifnya 2 juta perjam / kapal tunda. Kalau pakai nya 1 kapal tunda selama 3 jam pemakaian maka hitungannya 1 kapal tunda x Rp. 2 juta x 3 jam pemakaian.

“Kalau pakainya 2 kapal tunda maka tarif nya 2 kapal tunda x Rp. 2jt x 3 jam pemakaian,” ungkapnya.

Tapi, ujarnya, untuk Loa di atas 100 tarifnya 3 juta perjam / kapal tunda, kalau pakai nya 2 kapal tunda maka hitungannya 2 kapal tunda x Rp 3 jt x jam pemakaian.

“Mahal amat ya tarifnya kalau ikuti zona seperti pelabuhan 1 sesuai zona keluar masuk 5 jam berarti biaya tunda aja sudah Rp 10 juta, belum tarif surcharge,” katanya prihatin.

Munif juga bercerita, belum lama ini ketika dirinya bertemu dengan tokoh maritim dari Jawa Timur, Lukman Lajoni, dan menceritakan mengenai keluhan pengenaan fuel surcharge, langsung ditanggapi Lukman Lajoni yang kemudian menelpon direktur pengembangan usaha PT Pelindo Putut Sri Mulyanto.

Kata Munif, saat ditelpon oleh Lukman Lajoni, direktur pengembangan usaha Pelindo Putut Sri Mulyanto sangat merespon dan menyampaikan akan meminta bawahannya untuk mengevaluasi lagi fuel surcharge tersebut.

“Namun dalam kenyataannya hingga saat ini masih belum ada perubahan,” kata Munif dan Hari Ratmoko. (**)

Previous Post

Throughput Port Botany Turun, Impor Anjlok

Next Post

DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN

Next Post

DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Populer

  • BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    BYD Kirim 1 Juta Mobil Gunakan Kapal Raksasa Miliknya

    6294 shares
    Share 2518 Tweet 1574
  • KPLP Jadi Otoritas Tunggal Penegakan Peraturan di Laut

    5460 shares
    Share 2184 Tweet 1365
  • Di Kapal TB. Terus Daya 17, 3 ABK Gunakan Ijasah Palsu Ketangkap

    4540 shares
    Share 1816 Tweet 1135
  • Per Januari 2026, Pelaut Tak Bisa Berlayar Jika Tak Miliki Sertifikat BST Dengan Kesehatan Mental

    4234 shares
    Share 1694 Tweet 1059
  • Mantan Direktur Pelindo & Mantan Dirut DPS Ditahan, Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Tunda

    3910 shares
    Share 1564 Tweet 978

Follow Us

    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
Facebook Youtube Instagram

Ocean Week adalah bukan informasi maritim yang pertama tetapi yang terbaik, terpercaya dan akurat dikelola oleh PT Multi Media Ocean Indonesia.

Hubungi kami : redaksi@oceanweek.co.id

  • Home
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Categories

  • Alat Berat
  • All
  • Bea Cukai
  • Berita Lain
  • BICT
  • BJTI
  • Bursa
  • Bursa Kapal
  • Depo Kontainer
  • Dockyard
  • DSN PT PRIMA NUR PANURJWAN
  • Fasilitas
  • General Cargo
  • IKT
  • Jadwal
  • Jadwal
  • Jadwal
  • JICT
  • Kapal
  • Kontainer
  • Makasar
  • MAL
  • Medan
  • Moving Kapal
  • Offshores
  • Port
  • PTP
  • Regional
  • Shipping
  • Spare Part
  • Surabaya
  • Teluk Lamong
  • TPK Koja
  • TPK Makasar
  • TPK Palaran
  • TPKS Semarang
  • TPS Surabaya
  • Uncategorized
  • video

Recent News

Green Port PTP Nonpetikemas, Menjaga Lingkungan, Melindungi Kesehatan Pekerja

Green Port PTP Nonpetikemas, Menjaga Lingkungan, Melindungi Kesehatan Pekerja

May 25, 2026
Untuk Kebutuhan Idul Adha di Jakarta, Pelni Angkut 825 Ekor Sapi Dari Kupang

Untuk Kebutuhan Idul Adha di Jakarta, Pelni Angkut 825 Ekor Sapi Dari Kupang

May 25, 2026

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Shipping
  • Port
  • Dockyard
  • Jadwal
  • Bursa
  • Berita Lain
  • Peraturan
  • Report Your News

© 2018 PT Multi Media Ocean Indonesia.