Tol laut rute Surabaya-Timika-Agats-Merauke (paket T-11) dan rute Surabaya-Nabire-Serui-Wasior (T-9) yang didalamnya ada pelayaran swasta yang juga melayari ke wilayah tersebut, mulai dikeluhkan pelayaran operator tol lautyang bermain di rute tersebut.
Karena, pihak pelayaran swasta itu telah melakukan dumping tarif (banting harga) atau lebih murah dibandingkan dengan ongkos yang ditarik pelayaran tol laut. “Sekarang ini cukup berat, karena ada pelayaran swasta juga yang melayari rute tol laut yang kami operatori,” kata Teddy ARif Setiawan, Direktur PT Temas Line saat ditanya Ocean Week, seputar tol laut T-11 dan T-9, di Kantornya, Senin (4/6) pagi.
Pemerintah (Kemenhub) mesti turun tangan jika ingin program tol laut tetap berlangsung sebagaimana harapannya.
Selain itu, kapal-kapal tol laut pengangkut barang (kontainer) kesana juga tidak mendapatkan keistimewaan sandar, terutama di pelabuhan Timika dan Merauke. Padahal, semestinya kapal-kapal tol laut itu mendapatkan prioritas untuk sandar. “Seharusnya sandar kapal dipermudah, tapi ini justru semakin sulit, mesti ngantre, kalau demikian akan merusak schedule,” ucap Teddy.
Teddy mengatakan bahwa kapal Temas yang melayani ke dua rute paket tol laut itu yakni Kedung Mas dan Palung Mas, keduanya berkapasitas 360 TEUs. Dia juga menyatakan, jika selama ini hanya sekitar 20 sampai dengan 30 box kontainer yang diangkut sebagai program tol laut, sisanya merupakan barang non tol laut yang tidak mendapat subsidi.
Seperti diketahui bahwa ada beberapa pelayaran yang melayani rute Surabaya-Timika-Merauke, atau Surabaya-Biak, yang dua merupakan operator pelayaran tol laut yakni Temas Line, dan Pelayaran Mentari, satu lagi swasta adalah SPIL.
Teddy berharap supaya pemerintah (Kemenhub) dapat memberi kenyamanan bagi operator kapal tol laut, sehingga keberlangsungan program pemerintah tersebut tetap terjaga.
Sementara itu, Chandra Irawan, Direktur Lala Hubla yang dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai keluhan pelayaran operator tol laut, hingga tulisan ini dibuat, belum memberi jawaban.
Untuk diketahui bahwa pada bulan Mei 2018 lalu, Temas telah menandatangani kontrak senilai Rp 5,08 miliar untuk paket T-9 dan Rp 1,57 miliar untuk paket T-11. Dengan begitu, Temas sudah resmi beroperasi di daerah-daerah yang dilayani oleh Kapal Tol Laut. (***)



























