PT Pelindo siap memfasilitasi satu dermaga untuk keperluan kapal terapung selama kegiatan PON XXI di Banda Aceh, mulai 9-22 September 2024 mendatang.
Kapal terapung tersebut yakni KM Kelud milik PT Pelni yang mampu menampung 2.950 orang, dijadikan sebagai hotel terapung untuk para atlet, dan para official.
GM Pelindo Cabang Malahayati Agust Deritanto mengatakan sudah siap untuk memfasilitasi hal itu, di dermaga 2, dengan panjang 100 meter.
“Kami sudah siap, kapan saja akan digunakan, nggak ada masalah,” ujar Agust saat menjawab Ocean Week, Rabu siang, di Malahayati.
Seperti diketahui, pada Rabu siang (7/8/2024), Kasubdit Angkutan Dalam Negeri Ditjen Hubla Kemenhub, Hasan Sadili bersama rombongan, termasuk Ocean Week, melakukan kunjungan ke pelabuhan Malahayati Aceh untuk melihat kesiapan dermaga yang akan digunakan untuk kapal terapung PON XXI nanti.
Dalam kesempatan tersebut, Hasan Sadili minta kepada Pelindo maupun Pelni untuk benar-benar menyiapkan sarana prasarana untuk menunjang kebutuhan PON XXI di Banda Aceh tersebut.
“Saya lihat untuk dermaga nggak ada masalah, tinggal bagaimana Pelindo mengatur penempatan kapal KM Kelud yang akan digunakan sebagai hotel terapung untuk penginapan atlet dan official yang jumlahnya ribuan,” ujar Hasan.
Selain kepada Pelindo, mantan KSOP Labuan Bajo ini juga minta agar pihak Pelni pun siap dengan kapalnya. Bagaimana makannya, toilet nya, tempat tidurnya, dan sebagainya.

Hasan juga mengatakan supaya pihak Pelni dan Pelindo berkoordinasi dengan panitia dari pemerintah Banda Aceh untuk transportasinya (bus). “Kalau hanya disiapkan 3-5 bus, pasti kurang sekali. Coba dihitung dari jarak, dari Malahayati ke tempat pertandingan di kota, bisa ditempuh dengan waktu 40 menit, PP sudah sekitar 1,5 jam. Lah kalau bus nya hanya 5, masih kurang, karena ratusan bahkan ribuan orang akan membutuhkan angkutan,” ungkapnya.
Temas & SPIL
Agust Deritanto menyatakan bahwa pelabuhan Malahayati selama ini banyak melayani kegiatan kapal petikemas. “Volume petikemas sekitar 12 ribu TEUs per tahun,” ujarnya.
Kapal-kapal yang secara rutin melayari ke Malahayati, antara lain, Temas Line Tbk, dan SPIL, ada juga kapal Kendhaga untuk barang tol laut.
“Problemnya disini karena komoditi baliknya lebih banyak kosong. Kalau ada hanya satu dua kontainer untuk komoditi ikan,” ungkapnya.
Di Malahayati, ungkap Agust, kegiatan kapal yang masuk berkisar antara 6-10 kapal petikemas per bulan.
Sementara itu, direktur Temas Line, Capt Japie mengungkapkan bahwa kapal-kapal Temas selama ini masuk ke Malahayati dari Kuala Tanjung (PP), lalu ada yang Kuala Tanjung, Lhokseumawe, Kuala Tanjung.
“Schedule sekitar 10 hari sd 14 hari sekali,” kata capt Japie. (***)































