Karena alur masuk pelabuhan Pangkal Balam di Pangkal Pinang, provinsi Bangka Belitung sangat dangkal, berakibat kapal sering kesulitan untuk melakukan aktivitas keluar masuk, bahkan tak jarang yang kandas.
Seperti baru-baru ini, kapal Kargo KM Alken Pesona dengan muatan Kargo milik PT. BJL, kandas pada 5 Mei 2024 Pukul 03.30 WIB lalu.
Kemudian Kapal TB Momentum 07 juga mengalami nasib serupa, kandas.
Karena itu, Tim gabungan berupaya memindahkan muatan kapal yang kandas di pintu masuk Pelabuhan Pangkal Balam, guna memudahkan evakuasi kapal kargo yang kandas akibat pendangkalan alur pelayaran di pelabuhan tersebut.
“Hari ini kami memindahkan sebagian muatan kapal kandas ini ke kapal tongkang,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Babel Syafrizal ZA saat meninjau evakuasi kapal kandas di atas Jembatan Emas Pangkalpinang, Kamis sore.
Syafrizal mengatakan, pemindahan muatan kapal yang kandas ke kapal tongkang ini merupakan hasil rapat darurat Forkopimda Kepulauan Babel pada Kamis (9/5) siang untuk membuka kembali jalur pelayaran kapal yang tertutup kapal kandas ini.
“Ini alternatif pertama untuk membuka pintu masuk kapal yang tertutup kapal kandas ini,” ujarnya dikutip dari Antara.
Menurut Syafrizal, pemindahan muatan kapal yang kandas ini untuk meringankan kapal guna memudahkan penarikan kapal yang kandas tersebut.
“Malam ini air laut pasang berkisar 2,1 hingga 2,2 meter dan jika beban kapal kandas ini diringankan bebannya maka akan terapung dan memudahkan penarikan kapal kandas tersebut,” katanya.

Dia berharap pada puncak air pasang laut nanti, kapal peti kemas yang kandas ini bisa terapung sehingga membuka jalur kapal masuk maupun keluar di Pelabuhan Pangkal Balam ini.
“Kapal peti kemas dan batu bara ini kandas sejak Minggu (5/5) sehingga menutup alur masuk dan keluar kapal di Pelabuhan Pangkal Balam yang merupakan pelabuhan terbesar serta tersibuk di Pulau Bangka,” katanya.
Dua Kapal Kandas
Seperti diketahui bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima informasi kejadian dua kapal kandas di perairan Pantai Pasir Padi Pangkal Pinang, Kamis (9/5/2024).
Kedua kapal itu, yakni kapal Kargo KM Alken Pesona dengan muatan Kargo milik PT. BJL yang bergerak membawa muatan kargo memasuki alur pelabuhan Pangkal Balam.
Menurut informasi, pada saat mendekati toren hijau gosong di depan perairan pasir padi, angin kencang datang dari lambung kiri kapal sehingga menyebabkan kapal terseret ke arah kanan.
Nahkoda kapal berusaha mempertahankan posisi kapal agar tetap pada alur yang dalam, namun buritan kanan kapal menyentuh tempat dangkal dan kapal mengalami kandas.
Kemudian pukul 06.00 WIB Kapal TB Momentum 07 memasuki alur muara Pangkal Balam dan melihat kapal KM Alken Pesona sudah kandas.

Lalu, TB Momentum 07 lego jangkar disekitar KM Alken Pesona. Tiga hari kemudian pada 8 mei 2024 pukul 21.30 WIB, TB Momentum 07 mencoba kembali masuk ke jalur muara pangkal balam namun kapal mengalami kandas di samping kiri KM Alken pesona.
Mengalami kondisi tersebut, nahkoda kapal melaporkan kejadian tersebut ke SROP Pangkal Balam.
Menerima informasi kejadian itu, SROP Pangkal Balam meneruskan informasi tersebut ke kansar Pangkal Pinang untuk meminta bantuan guna menjaga keselamatan ABK dari KM Alken Pesona dan TB Momentum 07 yang direncakan akan di tarik oleh TB Betrans.
Kansar Pangkal Pinang dibantu Tim SAR gabungan melakukan koordinasi bersama di Kantor KSOP Pangkal Balam serta merencanakan pergerakan pengamanan menuju LKP Kapal kandas pada Pukul 16:18 WIB.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer Kansar PKP, ABK KN SAR Karna, KSOP Pangkal Balam, KPLP Pangkal Balam, Bakamla Babel, dan Lanal Babel bergerak menuju LKP untuk mengecek keadaan ABK pada Kapal yang sudah mengalami kandas 5 Mei 2024.
Dengan di bantu alut RBB 01 Kansar PKP, TB Betrans, RIB TNI AL, Rubberboat AL, Rubber Boat KM Damaru, Tim sar gabungan bergerak menuju LKP.
Setelah tiba di LKP, Tim SAR Gabungan segera melakukan pengecekan kondisi dan kesehatan ABK pada KM Alken pesona yang berjumlah 14 orang dan ABK TB Momentum 07 yang berjumlah 10 orang.
Setelah dilakukan pemeriksaan, seluruh ABK pada dua kapal yang alami kandas dalam keadaan selamat serta dalam kondisi sehat.
Selanjutkan muatan pada KM Alken Pesona di pindahkan ke TB Betrans untuk selanjutkan kedua kapal yang mengalami kandas di tarik ke alur pelayaran kembali oleh TB Betrans.
Tepat pada pukul 17.30 WIB. Seluruh proses pengamanan dinyatakan selesai dan unsur tim sar gabungan kembali ke muara pangkal balam, sementara TB Betrans berhasil menarik masuk KM Alken Pesona menuju alur pelayaran kembali.
Kakan SAR Pangkal Pinang, I Made Oka Astawa mengatakan, proses evakuasi berlangsung lancar tanpa hambatan terhadap para ABK.
Sementara itu, Ketua INSA Bangka, Eko Supriyadi mengatakan sudah meminta kepada Pelindo untuk dilakukan pengerukan alur masuk pelabuhan Pangkal Balam, namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai hal ini.
Eko mengungkapkan bahwa pelayaran terkadang mengalami kesulitan karena semuanya pemasok logistik dituntut sesuai waktunya dan saling ketergantungan pada transportasi laut serta sangat ketergantungan dengan jalur laut.
“Akan tetapi tidak adanya perhatian dengan faktor alam yaitu ada air Pasang surut dan alur yang sudah belasan tahun tidak ada pemeliharaan pengerukan, itu kan sama saja membuat sulit semua nya,” ungkapnya saat dikonfirmasi Ocean Week, kemarin.
Padahal, kata Eko, sangat fital objek jalur ini terutama pasukan logistik BBM juga menggunakan jalur laut dengan fasilitas kapal kapal Tanker.
Eko berharap, pemerintah atau Pelindo memikirkan persoalan alur pelabuhan Pangkal Balam ini. (***)






























