Gabungan importir nasional Indonesia (GINSI) mendorong integrasi DO Online di pelabuhan (Tanjung Priok) bisa segera direalisasikan, karena integrasi sistem itu bisa menurunkan cost logistik.
“Program integrasi DO Online itu sangat positif bagi para importir, karena bisa memangkas banyak birokrasi,” kata Taufan, Sekjen GINSI kepada Ocean Week, di Padang, Jumat pagi (5/7).
Sementara itu, Mustajab, ketua Aptrindo Jakarta, menyatakan senang dengan adanya program integrasi DO Online ini.
“Sangat bagus itu, karena dengan integrasi tak banyak lagi mata rantai, sehingga pembayaran untuk penggunaan truk bisa langsung dari importir, dan lebih cepat,” ujar Mustajab.
Cuma, ungkap Taufan, apakah mandatori pelaksanaan integrasi DO Online ini bisa dijalankan sesuai dengan yang sudah diprogramkan pemerintah.
“Informasi yang saya dengar, DO Online ini baru bisa jalan antara terminal petikemas dengan sejumlah pelayaran. Pertanyaannya bagaimana antara shipping dengan Forwarder sebagai perwakilan pemilik barang, apakah juga sudah bisa terintegrasi,” tanya Taufan.
Meski begitu, kata Taufan, pihaknya tetap mengapresiasi terhadap keinginan dan kegigihan pemerintah dalam mewujudkan program tersebut.
“Semoga integrasi DO Online bisa terealisasi sesuai harapan semua pihak,” ucap Taufan. (***)





























