Terminal Teluk Lamong (TTL) di Gresik berhasil mencatatkan produksi 3,2 juta ton kegiatan curah kering, dan 800 ribu TEUs pada tahun 2022 lalu.
Tahun 2023, terminal petikemas dibawah kelolaan Subholding PTP ini mestinya bisa mempertahankan torehan capaian pada tahun sebelumnya, bahkan kalau bisa lebih bagus lagi.
Teluk Lamong kini dibawah kepemimpinan David Sirait diharapkan bisa membawa terminal ini lebih baik lagi.
Pada Selasa (21/3) kemarin, Ocean Week berkesempatan bertemu Davis Sirait, Dirut Terminal Teluk Lamong di Kantornya. “Terima kasih atas kehadirannya. Ini hari pertama saya masuk kerja,” ujarnya saat menerima Ocean Week dengan sangat ramah, di ruang kerjanya.

Tak banyak yang diceritakan David mengenai TTL, karena saat ini dirinya baru memetakan terminal ini tak hanya dari internal, namun juga dari eksternal.
“Kemarin (Senin, 20/3), saya bertemu dengan stakeholders pelabuhan, untuk silaturahim dan sharing mengenai Teluk Lamong,” katanya lagi.
Menurut mantan Dirut IPC TPK ini, diawal-awal tugasnya di TTL, dirinya akan fokus pada bagaimana meningkatkan operasional yang sudah baik menjadi operation excellence dan Commercial Excellence.
“Operation excellence, maksudnya bagaimana produktivitas bisa meningkat, sandar kapal lebih singkat, sehingga efisien, efektif dan bisa menurunkan cost logistik. Sementara Commercial Excellence, kita mendengarkan apa keinginan pelanggan untuk kemudian bisa diterapkan di terminal,” ungkap David sembari menyempatkan melihat aktivitas di terminal.
“Kita juga ingin bagaimana transhipment jangan sampai biayanya justru tinggi, itu juga jadi fokus TTL kedepan, termasuk menata pertukaran data host to host, bertukar secara sistem, tak lagi manual,” jelasnya.
David pun sedikit menyinggung mengenai rencana penambahan peralatan pendukung kegiatan bongkar muat, yang katanya akan relokasi dari terminal lain yang utilisasinya rendah.
Ketika melihat langsung ke dermaga, siang itu sedang ada satu kapal besar membongkar barang curah.
“Bongkar melalui conveyor, lalu masuk ke gudang untuk kemudian barangnya dimuat ke truk dan lanjut ke pabrik,” kata David.
David berharap kedepan TTL bisa ada perubahan lebih baik dari operasional maupun layanan. (**)





























