PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) saat ini tengah fokus pada otorisasi statutoria kepada BKI dan posisi Indonesia dalam Annual Report Tokyo MoU dimana Indonesia pertama kalinya menduduki grey list dan keluar dari black list dengan capaian nilai EF 0.16.
Selain itu, BKI juga mentargetkan menjadi anggota International Association Classification Society (IACS).
Hal itu disampaikan Rudiyanto (Dirut PT BKI) saat pertemuan rutin secara virtual pada Selasa (8/9) bersama Ketua Majelis BKI Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Indonesia untuk IMO (International Maritime Organization).
“Dalam diskusi virtual itu kami bahas bagaimana target BKI menjadi anggota International Association Classification Society (IACS),” katanya.
Rudiyanto dalam pertemuan tersebut juga memaparkan perkembangan terbaru BKI. Disamping itu, dipaparkan pula bagaimana BKI memiliki peran Testing Inspection Certification (TIC) yang kritikal terhadap rantai nilai industri kapal.
Rudiyanto juga mengatakan kondisi penyelarasan pengembangan klaster jasa survey sebagaimana diketahui saat ini BKI tengah menuju pembentukan Holding Jasa Survey bersama Sucofindo dan Surveyor Indonesia.
Hadir dalam pertemuan virtual itu antara lain dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Perhubungan, Kemenko Marves, KKP, Bakamla, BPPT, TNI AL, Bea Cukai, IPERINDO, GAPASDAP, INSA, hingga Direktur Utama dari berbagai perusahaan perkapalan dan pelayaran. (***)






























