PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI sebagai induk Holding BUMN Jasa Survei atau IDSurvey mengajak seluruh stakeholders pelayaran Indonesia meningkatkan kualitas dan performa kapal niaga berbendera Indonesia yang berlayar ke luar negeri.
”Perlu kita sadari bahwa akan ada manfaat besar bagi kita jika Indonesia berada di posisi whitelist seperti sekarang ini. Sebab, posisi tersebut akan mendukung peningkatan kinerja logistik nasional dan ekspor/impor,” ujar Direktur Utama IDSurvey Arisudono Soerono, dalam keterangannya, dikutip Antara.
Ari menyampaikan dengan peningkatan kinerja, bisa menghadirkan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional khususnya ekonomi maritim.
”Untuk itu, perlu kita pertahankan dan tingkatkan baik performa keselamatan maupun keamanan kapal-kapal berbendera Indonesia,” ujarnya.
Menurut mantan Direktur Utama PT Danareksa itu, Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi anggota organisasi Port State Control (PSC) di area Asia-Pasifik yang dikenal dengan nama Tokyo MoU. Berdasar Annual Report Tokyo MoU, Indonesia mengalami peningkatan kategori menjadi whitelist dalam kurun waktu 3 tahun dan Indonesia telah dinyatakan masuk kategori whitelist dalam Annual Report sejak 2020 sampai 2022.
“Diperlukan penanganan segera agar dapat mempertahankan kategori whitelist pada kapal-kapal berbendera Indonesia. Bersama seluruh stakeholders, kita bisa meningkatkan kualitas kapal yang berlayar ke luar negeri, terutama Singapura,” jelas Ari.
Dia juga menambahkan, kedua upaya tersebut perlu dilakukan untuk menjaga nama baik kapal-kapal berbendera Indonesia, serta menjaga preferensi pelaku bisnis Internasional terhadap perusahaan-perusahaan pelayaran Indonesia.
Direktur Utama IDSurvey bersama Indonesian National Shipowners Association (INSA), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dan Direktur KPLP Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, melakukan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama untuk meningkatkan kualitas pelayaran Indonesia.
Dengan adanya deklarasi itu, PT BKI (Persero) berharap dapat meningkatkan komitmen dalam upaya peningkatan kualitas dan performa keselamatan serta keamanan pelayaran Indonesia di mata dunia. Sehingga, pelayaran Indonesia dapat berkembang secara global dan kapal-kapal berbendera Indonesia akan semakin tepercaya bagi dunia pelayaran internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Hartanto juga menyampaikan, BKI memiliki peran penting dalam inspeksi dan pengujian kapal sesuai dengan standar internasional maka perlu ada sinergi antar berbagai pihak dalam menjalankan tugasnya.
”Tidak perlu memikirkan untung atau rugi demi Merah Putih. Saya bangga dengan prestasi Indonesia yang sudah masuk dalam kategori whitelist tetapi tidak berhenti di situ saja, ini harus dijaga,” kata Arisudono Soerono.
Para narasumber menyampaikan penting memperhatikan dan memaksimalkan perawatan seluruh aspek antara lain kondisi kapal baik dari sisi konstruksi perlengkapan dan permesinan. Kemudian juga aspek pengetahuan dari awak kapal dan pegawai perusahaan serta meningkatkan ship management dan ship risk profiling dalam PSC sehingga performa kapal dapat meningkat.
”Dengan demikian, upaya pencegahan adanya penahanan kapal berbendera Indonesia berlayar ke luar negeri dapat dilakukan,” kata Arisudono Soerono. (**/ant)





























