PT Pelindo II (Persero) telah menganggarkan sebesar Rp 1 triliun untuk bisa mengelola pelabuhan Patimban, di Subang Jawa Barat, dan ketertarikannya pun sudah disampaikannya kepada Kementerian Perhubungan.
“Patimban sesuai usulan capital expenditure tahun ini, kami sudah siapkan investasi Rp 1 triliun untuk pengembangan pelabuhan,” kata Direktur Teknik dan Manajemen Risiko, kepada wartawan baru-baru ini.
Seperti diketahui, pelabuhan Patimban akan dibangun dalam 3 tahap, membutuhkan dana sebesar Rp 43,22 triliun. Pada tahap pertama, Pelabuhan Patimban diproyeksikan dapat melayani 3,5 juta peti kemas dan 600 ribu kendaraan bermotor. Tahun 2018 ini ditarget pembangunannya sudah dmiulai dan 201 dapat beroperasi.
Biaya pembangunan Patimban, berasal dari pinjaman Jepang sebanyak 71 persen, APBN 19 persen, serta Kerjasama Pengelolaan Swasta (KPS) sebesar 10 persen yang diincar oleh Pelindo II.
Konon, pemerintah hanya memberi porsi 49% kepada Jepang, dan Indonesia 51%. Jadi ika Pelindo ingin menjadi pengelola dari pendanaan KPS, hanya perlu menyiapkan dana sekitar Rp 2,2 triliun. “Kami memiliki keahlian di bidang itu, makanya kami tertarik untuk mengelola. Dana perusahaan juga ada. Kalau mengelola penuh Patimban, kami harus menyediakan 10 persen dari biaya investasi. Kalau hanya 51 persen, berarti dana yang perlu kami sediakan Rp 2,2 triliun,” kata Dirut PT Pelindo II Elvyn G Masassya.
Sekarang ini, untuk pengelolaan Pelabuhan Patimban sedang dalam proses lelang oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub.
Guna mendukung proyek strategis nasional tersebut, jalan akses menuju pelabuhan pun mulai dibangun, menyusul telah ditandatanganinya kontrak paket konstruksi dan supervisi senilai total Rp 1,2 triliun.
Meski pembangunan jalan akses akan memakan waktu lebih lama, namun usaha percepatan menjadi penekanan untuk bisa dilaksanakan.
“Strategi percepatan, misalnya alat yang tadinya tersebar bisa sekaligus. Tiang pancangnya bisa segera dimulai pembangunannya. Itu hal yang biasa tetapi terhadap kualitas tetap jadi fokus utama,” kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto. (***)






























