Setelah menguasai 45% saham tol Cikopo-Palimanan (Cipali), PT Astratel Nusantara (ASTRA Infra) masih terus ingin mengembangkan bisnis infrastrukturnya dengan membidik pelabuhan Patimban.
“Di sekitar Tol Cikopo-Palimanan itu ada pelabuhan yang sebenarnya kita sangat ingin ikut serta untuk kepemilikan asetnya yaitu Pelabuhan Patimban,” kata Direktur Bisnis dan Pengembangan ASTRA Infra, Rahmat Samulo dalam acara media ghatering di kawasan Kebon Sirih, Rabu (8/11).
Ketertarikan ASTRA Infra untuk masuk sebagai operator pelabuhan Patimban akan bergantung pada skema tender yang ditawarkan pemerintah. Menurut Rahmat, skema tender untuk menjadi operator bisa berjalan sendiri-sendiri maupun menggandeng pihak lain.
“Tergantung nanti dari skema tender yang ditawarkan. Kami belum tahu skemanya seperti apa. Apakah BUMN dan swasta nasional gabung bikin konsorsium atau berdiri sendiri-sendiri,” ucapnya.
Berminatnya ASTRA Infra di proyek Pelabuhan Patimban, jelas Rahmat, mengingat perusahaan memiliki izin sebagai badan usaha pelabuhan. Selain itu, ketertarikan perusahaan juga terkait kepentingan untuk melengkapi kepemilikan jalur tol pada sebagian pengelolaan konsesi ruas tol Cikopo-Palimanan.
Dia menjelaskan pada 2017, Atra Infra baru saja membeli saham Tol Cikopo-Palimanan sebesar 45 persen. Dengan begitu Astra Infra memiliki saham efektif pada tol yang beroperasi sejak Juni 2015 dengan panjang 116 kilometer itu.
Untuk itu, perseroan tidak ingin melewatkan kesempatan mengembangkan lini bisnis infrastrukturnya pada tol terpanjang di jaringan Tol Trans Jawa. “Rasanya kok cocok sekali kita juga punya toll road di bawahnya kemudian Astra juga memiliki pabrik-pabrik yang akan membutuhkan Pelabuhan Patimban,” ujar Irawan.
Sementara itu, Direktur Utama Marga Harjaya Infrastruktur (Astra Toll Road), Wiwik D Santoso juga menilai Pelabuhan Patimban sangat menarik karena pabrik otomotif juga banyak di daerah tersebut.
“Mitra kami juga banyak dari Jepang dan ada di area Cikarang dan Cikampek jadi Pelabuhan Patimban sangat bisa mendukung kelangsungan bisnis kami,” tutur Wiwik.
Rahmat Samulo berharap secepatnya bisa mendapatkan lelang pelabuhan Patimban tersebut. Sebab menurut dia, ada kemungkinan Pelabuhan Patimban akan dibangun awal 2018. (**)




























