Arus Petikemas sejumlah terminal petikemas di wilayah PT Pelindo Regional 4 mengalami kenaikan. Di Jayapura, di Makassar New Port (MNP) dan Pelabuhan Parepare (keduanya di Sulawesi Selatan) tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Di Jayapura misalnya, pada tahun ini hingga Agustus sudah mencapai 62.273 TEUs meningkat 11,2 % dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 56.008 TEUs.
Sedangkan di Parepare mencapai 8.190 TEUs hingga Agustus 2026. Sementara di MNP tercatat 317.219 TEUs, tumbuh 24,2% jika dibandingkan periode Januari – Agustus 2025 yang hanya sebesar 255.378 TEUs.
General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Affan Kiai Demak di Jayapura, mengatakan pertumbuhan juga terlihat pada arus barang non petikemas di mana hingga Agustus 2026, volume mencapai 132.618 ton, atau meningkat 101,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 65.879 ton.
“Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya aktivitas bongkar muat general cargo di Pelabuhan Jayapura,” katanya dikutip dari Antara.
Menurut Ramdan, dari data tersebut juga tercantum dalam publikasi resmi Pelindo mengenai kinerja Regional 4 hingga Agustus 2026.
“Di mana pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran Pelabuhan Jayapura dalam menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi logistik di Papua,” ujarnya.
Dia menjelaskan pertumbuhan arus peti kemas dan barang menjadi indikator bahwa aktivitas logistik di Papua terus bergerak yang mana terpenting adalah memastikan pertumbuhan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, keandalan operasional, serta pelayanan yang aman dan berkelanjutan.
“Oleh sebab itu kami terus memperkuat konektivitas Papua agar pelabuhan Jayapura tidak hanya berfungsi sebagai simpul bongkar muat, tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok yang menghubungkan Papua dengan berbagai wilayah di Indonesia,” katanya lagi.
Dia menambahkan karena itu peningkatan aktivitas pelabuhan perlu diikuti dengan penguatan kualitas layanan dan keandalan operasional.
“Kami terus berupaya menjaga pelayanan agar distribusi logistik dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pelaku usaha,” ungkapnya.
Di Sulawesi Selatan
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis menyampaikan bahwa arus peti kemas di Makassar New Port (MNP) dan Pelabuhan Parepare berhasil mencatatkan pertumbuhan.

Dalam keterangan resminya, Azis mengatakan pertumbuhan arus peti kemas di MNP menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah pelabuhan lainnya di bawah Pelindo Regional 4.
MNP mencatatkan sebanyak 317.219 TEUs, tumbuh 24,2% jika dibandingkan periode Januari – Agustus 2025 yang hanya sebesar 255.378 TEUs.
Menurut Azis, pertumbuhan tersebut dipengaruhi peningkatan muatan hasil pertanian dan komoditas nikel yang melalui MNP.
Pertumbuhan trafik, ujarnya, menunjukkan aktivitas pelabuhan di kawasan timur Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika perdagangan dan distribusi barang.
“Pertumbuhan trafik kapal, peti kemas, dan penumpang hingga Agustus 2026 mencerminkan peran pelabuhan yang terus menguat dalam mendukung konektivitas serta mobilitas masyarakat dan barang di wilayah kerja Regional 4,” kata Azis.
Sementara itu arus peti kemas di Pelabuhan Parepare tumbuh 16,3% secara tahunan sepanjang Januari – Agustus 2026.
Kenaikan tersebut salah satunya ditopang tambahan layanan peti kemas untuk kegiatan muat beras.
Pelindo mencatat arus peti kemas di Pelabuhan Parepare mencapai 8.190 TEUs hingga Agustus 2026, dibandingkan tahun sebelumnya periode sama yang hanya tercapai 7.040 TEUs.
Kata Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang bahwa pertumbuhan trafik tersebut sejalan dengan tambahan layanan peti kemas dari PT Meratus untuk kegiatan muat beras serta bongkar barang kebutuhan masyarakat.
“Pertumbuhan trafik di setiap cabang dipengaruhi karakteristik dan potensi komoditas masing-masing wilayah,” katanya.
Selain MNP dan Parepare, pertumbuhan juga terjadi di Pelabuhan Kendari sebesar 15,7%, Jayapura 11,2%, dan Merauke 10,6%.
“Secara keseluruhan, arus peti kemas Pelindo Regional 4 mencapai 1,70 juta TEUs hingga Agustus 2026. Angka itu naik 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,64 juta TEUs,” kata Azis. (***)






























