Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meluncurkan aplikasi digital untuk tol laut logistik.
Menurut Menhub aplikasi digital untuk tol laut logistik tersebut bisa mempermudah masyarakat khususnya di kawasan Indonesia timur untuk mendapatkan barang dengan harga murah.
“Tol laut harus sama mudahnya dengan kita memesan makanan pakai Gofood, Grabfood yang gampang dan tinggal pencet,” kata Menhub Budi Karya di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (31/12).
Budi mengatakan dengan aplikasi digital tol laut, masyarakat yang berada di Indonesia bagian timur bisa mendapatkan barang dengan mudah dan murah. Sebab, peran tengkulak bisa dihilangkan melalui aplikasi tersebut sehingga masyarakat bisa memesan beras, minyak, semen dan lainnya secara langsung.
“Mereka yang di Papua, Maluku, Natuna yang ingin mendapatkan beras, minyak, semen (dapat memesan melalui aplikasi tol laut) dan datang tanpa harus berhubungan dengan tengkulak,” ujarnya.
Menhub mengatakan dengan tidak adanya tengkulak, harga semua kebutuhan masyarakat bisa ditekan seminimal mungkin.
“Saat ini banyak tengkulak sehingga harga barang yang mestinya murah menjadi mahal, yang mudah menjadi sulit,” ungkapnya.
Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang bekerja sama dengan aplikasi seperti Gojek, Grab dan beberapa lainnya guna memudahkan pelayanan.
Selain itu dalam waktu satu bulan, Kemenhub melakukan uji coba di dua tempat yaitu Merauke dan Ambon.
“Kalau di dua tempat itu efektif, akan dikembangkan lagi ke beberapa tempat lainnya,” katanya. (ant/**)






























