Idul Fitri 2024 kurang beberapa Minggu lagi, namun persiapan untuk moment Lebaran di berbagai pelabuhan penyeberangan sudah dilakukan oleh pemerintah maupun para pelaku usaha kapal penyeberangan, terutama di pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni.
Tahun ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meluncurkan tagline mudik, dengan slogan “Mudik Ceria, Penuh Makna”.
Melalui slogan ini, Menhub berharap angkutan lebaran 2024 dapat berjalan selamat, aman, dan nyaman. Sehingga terwujud mudik yang ceria dan penuh cerita bermakna.
Rapat koordinasi kesiapan angkutan Lebaran 1445 H juga sudah digelar Ditjen Darat Kemenhub bersama ASDP, Korlantas, dan sejumlah stakeholder lainnya, pada Kamis (14/3) di Merak, Banten.
Dalam kesempatan itu, Dirjen Hubdat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno mengatakan bahwa kesiapan teknis untuk hadapi mudik, baik secara strategi maupun taktik akan sama tahun 2023 dengan perbaikan dan evaluasi agar penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2024 berjalan lebih lancar.
Sementara itu, Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menyampaikan kalau semua anggotanya sudah siap jauh-jauh hari dengan mempersiapkan armada dengan perawatan dan kesiapan SDM serta koordinasi dengan berbagai pihak baik TSDP, BPTDB, ASDP dan pemangku kepentingan lainnya.
“Seperti yang terus terjadi selama ini tentu Merak Bakauheni dan Ketapang Gilimanuk. Meskipun jumlah kapal melebihi kebutuhan tetapi kurangnya dermaga tetap saja menjadi masalah setiap tahun karena para penumpang dan kendaraan langsung menuju pelabuhan meskipun belum punya tiket, tidak seperti di moda lain yang punya tiket dulu baru berani menuju bandara, stasiun dan pelabuhan,” ujarnya kepada Ocean Week, Senin pagi.
Menjawab adanya pengalihan pemudik sepeda motor melalui pelabuhan Ciwandan, Khoiri menyatakan dengan dialihkannya pemudik sepeda motor dari Merak ke Ciwandan, tentu hal ini sangat merugikan operator kapal penyeberangan swasta, karena pendapatan penjualan tiket tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Mestinya operator swasta juga mendapatkan subsidi operasional seperti BUMN kalau dapat penugasan.
Khoiri Soetomo juga mengemukakan, bahwa angkutan Lebaran setiap tahun selalu muncul masalah, dan masalah tersebut akan tuntas jika sekali lagi ada keseimbangan jumlah armada dan dermaganya. “Selama kebutuhan ini tidak mencukupi maka distorsi ini akan terus terjadi. Apalagi kalau Jalan tol trans jawa dan Sumatra sudah tersambung semua,” ungkapnya.
Khoiri berharap, untuk angkutan Lebaran tahun ini pemerintah lebih realistis dan komando pengaturan tetap dikendalikan oleh Kemenhub sebagai leading sektor angkutan lebaran. “Tentu kami berterima kasih atas bantuan dari pihak Polda dan Polri yang selau membantu kelancaran angkutan Lebaran setiap tahun,” katanya.
Sebagaimana dinyatakan bahwa pergerakan orang pada Angkutan Lebaran 2024 diprediksi naik sebesar 15% mengacu dari realisasi Angkutan Lebaran tahun 2023 lalu.
Pada Lebaran tahun ini, akan dioperasikan kembali beberapa pelabuhan perbantuan untuk memecah kepadatan kendaraan, seperti pengoperasian Pelabuhan Ciwandan, BBJ Bojonegara, BBJ Muara Pilu dan Pelabuhan Indah Kiat (emergency) yang mengarah ke Pulau Sumatera.
Di lintas Merak-Bakauheni rencananya akan dioperasikan 55 kapal (ekspres dan reguler), sementara lintas Ciwandan – Bakauheni disiapkan 10 kapal dan BBJ – Muara Pilu akan dilayani 5 kapal.
Perlu diketahui bahwa Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri dan Kementerian PUPR telah resmi menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran Tahun 2024/1445 H pada Selasa (5/3).
Dalam SKB tersebut ditentukan mengenai pembatasan kendaraan angkutan barang diterapkan pada mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, termasuk mobil barang dengan kereta tempelan dan kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang dan bahan bangunan.
Pembatasan kendaraan angkutan barang akan berlaku pada H-6 Idul Fitri atau Jumat, 5 April 2024 pukul 09.00 hingga Selasa, 16 April 2024 pukul 08.00 atau H+5 idul fitri. (**)






























