MEDITERRANEAN Shipping Co (MSC), perusahaan pelayaran peti kemas terbesar di dunia, sedang mencari kapal baru di Asia.
Menurut laporan dari Maersk Broker, MSC telah mendekati galangan kapal terkemuka di China dan Korea Selatan untuk seri baru kapal berbahan bakar ganda 8.000 TEU.
MSC sedang menjajaki kemungkinan untuk kapal gas alam cair (LNG) dan kapal berbahan bakar ganda metanol.
Seperti diketahui bahwa MSC baru-baru ini mencapai tonggak penting dengan menjadi jalur pelayaran pertama yang mengoperasikan armada dengan kapasitas lima juta slot.
Perusahaan saat ini memiliki buku pesanan yang luas, dengan lebih dari 1,5 juta slot pesanan. Buku pesanan ini ukurannya sebanding dengan armada Ocean Network Express (ONE) yang ada saat ini, perusahaan pelayaran peti kemas terbesar ketujuh yang berbasis di Jepang.
Maersk Broker juga memberikan update pesanan kapal peti kemas besar lainnya yang sudah berjalan selama beberapa bulan.
Samsung Heavy Industries dan Japan Marine United dilaporkan berada dalam posisi yang menguntungkan untuk mengamankan proyek Evergreen untuk dua puluh empat kapal berkapasitas 16.000 TEU.
Sesuai laporan Maersk Broker, kedua galangan kapal ini kemungkinan besar akan membagi pesanan, dengan Samsung Heavy Industries yang bertanggung jawab untuk membangun sebagian besar kapal.
Informasi yang berhasil diperoleh Ocean Week menyebutkan jika ada sekitar 6 kapal MSC yang dioperasikan di Indonesia berbendera merah putih. "Ini akan bisa menjadi ancaman bagi perusahaan pelayaran lokal, karena mereka juga tak kena aturan cabotage, sebab perusahaan yang mengoperasikan juga berbadan hukum Indonesia," ungkap Teddy Arief Setiawan, pengamat pelayaran kepada Ocean Week, di Jakarta, belum lama ini. (scn/**)