Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) bersama PT. Peruri Digital Security, salah satu anak Perusahaan Perum Peruri, baru-baru ini (26 Juni 2019), menandatangani kesepakatan kerjasama Pengembangan Sistem Label, Segel Security Terpersonalisasi secara Online di Lingkungan Penyedia Jasa Logistik.
Kerjasama tersebut ditandatangani oleh Yukki Nugrahawan Hanafi (Ketua Umum DPP ALFI) dan Ade Rachmat Rafli (Direktur Utama PT. Peruri Digital Security), bertempat di Jakarta.
Kepada Ocean Week, Yukki menyatakan bahwa saat ini ALFI sudah mengembangkan Digitalisasi Logistik dalam rangka menyongsong era industry 4.0, melalui program Smart Logistics dengan modul – modul impor, ekspor, track and trace, rantai pasok sampai dengan ke last mile delivery. “Lalu, Track and Trace yang saat ini dikembangkan tentunya meliputi transport laut, darat dan udara, IoT, pergudangan, depo dan data exchange (pertukaran data), sektor Perbankan untuk menunjang Trade Financing, dan tentunya tidak lepas dari aspek keamanan,” katanya, Selasa siang.
Menurut Chairman Asean Freight Forwarder Association (AFFA) ini, kerjasama global terkait platform teknologi yang berbasis communities network akan menumbuhkan keyakinan bagi para anggota ALFI untuk menggunakan platform Smart Logistics tersebut.
“Platform ini diharapkan bisa beroperasi di tingkat ASEAN, beberapa Negara Timur Tengah, USA, Jepang, Canada, China dan Amerika Latin dengan standar keamanan digital yang mumpuni,” ungkapnya.
Keamanan digital tersebut, jelas Yukki, tentunya mencakup teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber dan merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data, termasuk cyber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud-based) dan komputasi kognitif (cognitive computing, self-learning system) dan tentunya community-based, di mana outputnya akan tercipta kolaborasi global dan kemudahan bisnis proses logistik bagi para anggota ALFI.
Tahap awal sosialisasi tersebut akan dilaksanakan setidaknya di 5 (lima) wilayah DPW ALFI meliputi, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar dan Belawan. Yukki optimis bahwa target integrasi global platform ini bisa terlaksana di quarter ketiga 2019.
Yukki menambahkan, ALFI yang saat ini mengembangkan Rantai Pasok Berbasis Digital guna meningkatkan Daya Saing agar dapat menuju Indonesia yang kompetitif, dinamis dan inovatif, tentunya tidak bisa bergerak sendiri, dibutuhkan kolaborasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
“Pembangunan kolaborasi digital platform ini juga meliputi fitur-fitur seperti global manifest, cross border trade connectivity, dan supply chain service orchestration sehingga ALFI ditargetkan menjadi Trade Facilitator, community network di ASEAN, beberapa Negara Timur Tengah, USA, Jepang, Canada, China dan Amerika Latin,” kata Yukki. (***)




























