Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegur keras lembaga asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I) terkait lambatnya pelaksanaan operasi “salvage” atau pengangkatan bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
“Kementerian Perhubungan sudah menyampaikan surat teguran keras kepada P&I, bahkan kami pun dari jajaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sudah memberikan teguran yang kedua kepada pemilik KM Virgo untuk segera melaksanakan kegiatan salvage ini,” kata Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-16 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin malam.
Heri menyampaikan itu berkaitan dengan upaya untuk membantu tim pencarian dan pertolongan (SAR) agar terbantu dan lebih mudah mencari dan mengevakuasi 64 lagi korban yang belum ditemukan dan kemungkinan masih terjebak di dalam bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa pasca kecelakaan sejak Minggu (13/9).
“Mudah-mudahan tidak lebih dari satu minggu seluruh administrasi dan teknis pelaksanaan salvage ini sudah berada di lokasi kapal-kapal, mudah-mudahan seperti itu. Kita berdoa, kita monitor terus,” ujarnya dikutip dari Antara.
Heri mengatakan tim SAR gabungan dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut telah mendorong pemilik kapal untuk segera melaksanakan pengangkatan dan menunjuk mitra pelaksana salvage.
“Memang agak kesulitan dari pihak asuransi P&I-nya ini masih menimbang, ada dua perusahaan besar yang dia tunjuk sebenarnya, tapi saya belum bisa pastikan perusahaannya yang mana salah satu, tapi ada dua perusahaan besar yang mau ditunjuk,” katanya.
Berdasarkan informasi dari asuransi P&I, Heri menyampaikan bahwa penunjukan mitra pelaksana salvage dijadwalkan dilakukan pada Rabu, Kementerian Perhubungan bersama KSOP Banjarmasin terus memantau perkembangan proses tersebut bersama pihak terkait dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Peralatan Sudah di Sungapura
Heri juga menyampaikan bahwa peralatan untuk operasi “salvage” atau pengangkatan bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dari dasar Laut Jawa, sudah di Singapura.
“Dipastikan peralatan salvage sudah berada di Singapura,” katanya.
Dia menyebut lembaga asuransi internasional Protection and Indemnity (P&I) selaku penanggung jawab bersama pemilik KM Virgo, telah menyiapkan seluruh peralatan itu dan tinggal menunjuk mitra pelaksanaan salvage yang kemungkinan mitra internasional, sedangkan mitra lokal berasal dari PT Jasalindo.
“Dan semuanya itu sudah dipastikan peralatannya berupa crane barge (kapal kran apung), lengkap dengan main boom (sistem lengan utama),” ungkapnya.
Crane barge dan main boom tersebut merupakan peralatan berdaya angkat tinggi yang digunakan untuk mengevakuasi bangkai kapal.
Heri mengatakan untuk mitra lokal pelaksana salvage juga telah ditunjuk, kemungkinan berasal dari PT Jasalindo, karena perusahaan tersebut sejak awal mengawal kegiatan dan memberikan data kondisi kapal melalui teknologi remotely operated vehicle (ROV).
“Kalau tidak salah itu dari PT Jasalindo. Kebetulan Jasalindo ini yang dari awal sudah mengawal kegiatan ini dan sudah memberikan data-data. Kondisi foto kapal pertama kali itu didapat dari teman-teman dari Jasalindo melalui teknologi ROV-nya,” ujarnya.
Setelah mitra pelaksana salvage ditunjuk, kata Heri, mitra lokal akan terlebih dahulu melakukan mitigasi kondisi kapal sambil menunggu perlengkapan dari Singapura tiba di lokasi operasi SAR untuk mendukung pelaksanaan pengangkatan bangkai kapal.
“Kita semua berharap seluruh perlengkapan salvage tersebut sudah berada di lokasi operasi dalam waktu kurang dari satu minggu sesuai dengan janji pemilik KM Virgo yang disampaikan kepada pimpinan Kementerian Perhubungan,” ujar Heri Purwanto.
Untuk diketahui, hingga hari ke-16 operasi SAR, Senin, pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 179 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia, sementara 64 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8. (***)






























