Terminal Peti Kemas Semarang (TPK Semarang) memperkuat kesiapan operasional dalam menghadapi potensi gangguan layanan melalui pelaksanaan Business Continuity Plan (BCP) Drill pada peralatan HICO Scan Container.
Simulasi ini menjadi bagian dari upaya TPK Semarang memastikan keberlangsungan proses operasional sekaligus meningkatkan kesiapan personel dan koordinasi dengan pihak terkait dalam menghadapi kondisi tidak normal.
BCP pada alat pemindai peti kemas (container scanner) di lingkungan terminal merupakan bagian dari rencana kelangsungan operasional dan mitigasi risiko apabila terjadi gangguan pada fasilitas pemindai ekspor-impor.
Dokumen dan prosedur mitigasi tersebut menjadi pedoman dalam menyiapkan langkah-langkah alternatif agar proses pemeriksaan dan arus logistik tetap dapat berlangsung serta meminimalkan dampak gangguan terhadap kegiatan operasional terminal.
Pelaksanaan drill dilakukan dengan mensimulasikan skenario gangguan pada HICO Scan Container, yang merupakan salah satu perangkat pendukung pemeriksaan dan pengamanan arus peti kemas.
Melalui simulasi tersebut, dilakukan pengujian terhadap efektivitas prosedur penanganan gangguan, koordinasi antar unit, alur komunikasi, pengambilan keputusan, serta kesiapan penerapan langkah-langkah alternatif agar kegiatan operasional tetap dapat berjalan.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa pelaksanaan BCP Drill merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan terminal dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan operasional.
“BCP bukan hanya mengenai bagaimana kita merespons ketika terjadi gangguan, tetapi bagaimana kita memastikan seluruh personel memahami perannya dan mampu mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan bahwa proses operasional tetap dapat berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pengguna jasa,” ujar I Nyoman Sutrisna dalam keterangannya yang diterima Ocean Week, Rabu (26/8).
Menurut dia, dalam penerapan BCP HICO Scan Container, aspek koordinasi dengan instansi kepabeanan menjadi bagian penting untuk memastikan kelangsungan proses pemeriksaan barang ekspor dan impor apabila terjadi gangguan pada fasilitas pemindai.
Melalui skenario dan prosedur alternatif yang disiapkan, koordinasi antara TPK Semarang dan Bea Cukai diarahkan agar proses pemeriksaan tetap dapat berjalan serta meminimalkan dampak gangguan terhadap kelancaran arus logistik di terminal.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai V, Haris Setioko, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan simulasi BCP alat pemindai peti kemas tersebut.
“Bea Cukai Tanjung Emas memberikan apresiasi dan menyambut positif atas pelaksanaan simulasi Business Continuity Plan (BCP) alat pemindai peti kemas yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2026 di Terminal Peti Kemas Semarang,” ujarnya.
Kata Haris, kegiatan itu merupakan langkah positif dalam memastikan kesiapan dan keberlangsungan proses pemindaian peti kemas barang impor dan ekspor, sejalan dengan upaya menjaga kelancaran arus barang dan efektivitas pengawasan kepabeanan dan cukai.
“Kami berharap sinergi dan koordinasi antara Bea Cukai Tanjung Emas dan Terminal Peti Kemas Semarang dapat terus ditingkatkan, sehingga seluruh peti kemas impor maupun ekspor dapat melalui proses pemindaian, serta setiap peti kemas yang dipindai dapat menghasilkan image yang akurat dan berkualitas. Dengan demikian, hasil pemindaian dapat mendukung proses pengawasan yang lebih efektif, tanpa mengganggu kelancaran arus barang di pelabuhan,” ungkap Haris Setioko.
Haris menambahkan bahwa Koordinasi tersebut juga mencakup pengaturan alur operasional alternatif apabila terjadi kendala teknis maupun pemeliharaan pada mesin pemindai peti kemas, sehingga proses bongkar muat dan pemeriksaan barang ekspor-impor tidak terhambat secara keseluruhan.
Selain koordinasi dengan instansi kepabeanan, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan sinergi dengan PT Pelindo Sinergi Logistik (Pelindo Sinergi Lokaseva) selaku pihak yang terkait dengan pengoperasian HICO Scan Container.
Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan teknis dan operasional dalam menghadapi potensi gangguan pada alat pemindai.
Apresiasi Pelaksanaan Simulasi
Pelindo Sinergi Lokaseva, kata Sudarmadji, VP Perencanaan Teknik PT PSL, mengapresiasi pelaksanaan simulasi tersebut sebagai bagian dari upaya bersama dalam menjaga kontinuitas layanan di lingkungan terminal.
“Simulasi BCP alat pemindai petikemas ini penting untuk menguji kesiapan pengoperasian alat pemindai petikemas di Semarang yang merupakan mandatory dari Permenkeu No. 109/PMK.04/2020 Tentang Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara secara nyata, khususnya dalam menghadapi kemungkinan gangguan pada pengoperasian alat pemindai petikemas. Dengan adanya simulasi, kita dapat melihat sejauh mana prosedur yang telah disiapkan dapat berjalan efektif, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Harapannya, koordinasi antara TPK Semarang dan Pelindo Sinergi Lokaseva semakin kuat sehingga kontinuitas operasional dan pelayanan dapat tetap terjaga,” ujar Sudarmadji.
Melalui simulasi ini, BCP HICO Scan Container diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu mitigasi risiko, kelangsungan logistik, dan koordinasi instansi.
Mitigasi risiko dilakukan melalui penerapan alur alternatif saat terjadi kendala teknis atau pemeliharaan pada mesin pemindai peti kemas. Sementara itu, aspek kelangsungan logistik memastikan proses bongkar muat dan pemeriksaan barang ekspor-impor tetap dapat berjalan.
Adapun koordinasi instansi dilakukan melalui pengaturan operasional bersama antara pengelola terminal, instansi kepabeanan, dan pihak terkait lainnya.
Pelaksanaan drill juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi kendala dalam penerapan prosedur yang telah disiapkan.
Evaluasi terhadap hasil simulasi selanjutnya menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas BCP serta memastikan setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya ketika terjadi gangguan pada operasional HICO Scan Container.
Melalui pelaksanaan BCP Drill HICO Scan Container, TPK Semarang menegaskan komitmennya untuk membangun operasional terminal yang resilient, adaptif, dan siap menghadapi berbagai potensi gangguan, sekaligus menjaga kelancaran arus logistik, kualitas layanan, dan kepercayaan pengguna jasa. (***)































