Pelabuhan Patimban di Subang Jawa Barat (Jabar) resmi mengoperasikan terminal petikemas selain terminal kendaraan yang sudah lebih dulu beroperasi.
MSC menjadi perusahaan pelayaran global pertama yang menggunakan Patimban untuk kegiatannya, melayani Patimban ke Singapura, Port Klang Malaysia, Laem Chabang dan Hongkong (PP).
Bagaimana pandangan Ketua Umum DPP Indonesia National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto (CH) terhadap Patimban, Ocean Week (OW) mencoba mewawancarai nya, berikut petikannya.
OW : Dengan beroperasinya terminal peti kemas Patimban dan pengapalan pertama oleh MSC, menurut Ibu bagaimana?
CH : Kami mengapresiasi beroperasinya terminal peti kemas Patimban sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas logistik nasional. Masuknya pelayaran internasional ini jadi sinyal positif dong, karena menunjukkan adanya kepercayaan pelayaran internasional terhadap Patimban. Saya harap, sih, kepercayaan yang mulai tumbuh ini bisa dijaga dengan konsistensi layanan agar semakin banyak yang gunakan Patimban.
OW : Apakah Tanjung Priok bakal berkurang volume barang dan kapal dengan beroperasinya Patimban secara penuh?
CH : Saya kira tidaklah, sejak awal Patimban memang dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan peran Tanjung Priok. Dan dengan pertumbuhan perdagangan dan kebutuhan logistik nasional yang terus meningkat, keberadaan dua pelabuhan justru akan menciptakan kapasitas yang lebih memadai, memperbanyak pilihan bagi pengguna jasa, dan membantu distribusi arus barang menjadi lebih efisien sesuai lokasi industri dan kebutuhan pasar.*
OW : Menurut Ibu, apa yang mesti dilakukan Priok dengan Patimban beroperasi penuh?
CH : Kembali lagi, karena memang semangatnya saling melengkapi, maka yang paling penting adalah membangun sinergi, bukan kompetisi. Apalagi di Patimban juga ada share Pelindo. Tentu masing-masing pelabuhan memiliki keunggulan dan segmen layanan yang dapat saling melengkapi. Fokusnya adalah meningkatkan efisiensi layanan, konektivitas hinterland, dan digitalisasi Pelabuhan sehingga semua bisa lebih efisien dan lancar.
OW : Apakah ada himbauan dari INSA kepada perusahaan pelayaran agar memanfaatkan Patimban?
OW : Tidak ada. Itu keputusan perusahaan pelayaran dan pemilik barang dengan pertimbangan masing-masing.
OW : Harapan Ibu dengan Patimban yang sudah beroperasi penuh?
CH : Harapan kami, Patimban dapat berkembang menjadi pelabuhan yang semakin kompetitif dan terintegrasi dengan kawasan industri serta jaringan logistik nasional, dan melengkapi Pelabuhan yang telah ada lebih dulu. Apalagi Patimban masih ada PR yakni tol akses dari dan ke Pelabuhan. Targetnya selesai di 2027 katanya, maka harus dikejar benar-benar selesai agar memangkas Waktu tempuh kan. (***)





























