Banjir yang merendam Jalan Kaligawe–jalur Pantura penghubung Kabupaten Demak dengan Ibu Kota Jawa Tengah– pada Kamis pagi (23/10), mengakibatkan kemacetan panjang di jalur arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, dari arah barat ke timur.
Bahkan kemacetan terjadi sejak persimpangan Kalibanteng, Kota Semarang, ke arah timur menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hingga persimpangan Jalan Kaligawe.
Kemacetan panjang tersebut dinilai sangat merugikan importir, karena tak sedikit kontainer impor menunda pengirimannya, mengingat akses menuju pelabuhan macet total akibat banjir dikawasan kaligawe setinggi 50-100 cm.
“Dampaknya luar biasa macet sampai fly over pelabuhan (hari kamis ini). Bahkan kemarin sampai KIW macetnya,” ujar Budiatmoko, Ketua GINSI Jateng kepada Ocean Week, Kamis sore, dibenarkan Yudi Panca, Sekretaris.
Koko (panggilan Budiatmoko) mengatakan banyak jadwal kapal yang mundur. “Tapi kalau ini memang di Tanjung Emas, kapal sering mundur dari jadwal nya, makanya muatan nya juga terlambat dibongkar, padahal kontainer sudah SPPB,” ungkapnya.
Terkait dengan banjir Kamis ini, Yudi menambahkan, bahwa terhadap container export yang terjebak macet bakal terkena dampak closing time. Padahal kapal sudah sandar, dan harus muat.
“Tapi, keliatannya TPKS akan membuat kebijakan kelonggaran open closing bagi container export yang terdampak macet karena banjir,” kata Yudi.
Sementara itu, dari informasi manajemen TPK Semarang saat dikonfirmasi terhadap dampak banjir dan macet apakah mengganggu kegiatan di terminal, menyampaikan belum mendapat info clear, namun Operasional TPKS tetap berjalan lancar.
Menjawab kebijakan clossing time terhadap kontainer ekspor, pihak manajemen TPKS juga menyampaikan akan membantunya dengan berkoordinasi kepada pihak pelayaran.
Sedangkan Deli Setiono dari DPW APBMI Jawa Tengah menyatakan meskipun terjadi macet di akses keluar masuk pelabuhan, tetapi kegiatan bongkar muat di dermaga konvensional tetap normal. “Masih aman Mas, kegiatan bongkar muat barang non petikemas normal-normal saja,” ujarnya.
Hari Ratmoko, Ketua INSA Semarang dan Teguh Arif Handoko, Ketua ALFI Jateng, saat dikonfirmasi mengenai dampak banjir terhadap kegiatan di pelabuhan, hingga berita ini ditulis belum memberi jawaban.
Seperti diketahui bahwa Jalan Kaligawe yang berada tidak jauh dari pesisir pantura selama ini menjadi langganan banjir. Selain karena dipicu curah hujan tinggi, pada saat-saat tertentu pun tergenang akibat rob atau limpasan air laut.
Dari video yang diperoleh Ocean Week, terlihat truk-truk petikemas maupun truk angkutan barang berhenti total, mengular di jalanan.
Sejumlah pengemudi truk terlihat memilih mematikan mesin dan keluar kendaraan sambil menunggu kemacetan yang terjadi sejak dini hari tersebut.
Kapolsek Genuk Kompol Rismanto membenarkan kemacetan panjang yang menuju ke arah Jalan Kaligawe tersebut.
“Banyak truk yang mogok karena terjebak banjir,” katanya dikutip dari Antara.
Menurut dia, banjir masih menggenangi Jalan Kaligawe dengan ketinggian antara 30 hingga 70 cm.
Akibat kondisi tersebut, banyak pengendara sepeda motor yang mogok akibat kendaraannya terjebak banjir.
Selain itu, sejumlah pekerja memilih menumpang truk bak terbuka untuk melintasi banjir menuju tempat kerjanya.
Akibat hujan deras yang terjadi dua hari terakhir mengakibatkan sejumlah wilayah di Ibu Kota Jawa Tengah itu tergenang banjir. (***)



























