Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengalokasikan dana Rp 70 miliar untuk riset pengembangan bisnis maritim nasional.
Hal itu disampaikan Direktur Fasilitas Riset LPDP Wisnu Sardjono Soenarso pada acara launching riset AGV CTT – ITB di Terminal Teluk Lamong, Jum’at (23/2/2024).
“Dana riset untuk pengembangan bisnis maritim cukup besar, Rp 70 miliar,” kata Wisnu.
Riset bisnis maritim tambah Wisnu bukan hanya di terminal. Tapi meliputi semua bidang yang terkait.
Dalam sambutan pengantar Wisnu mengatakan total anggaran LPDP sebesar Rp 145 triliun.
“Riset untuk meyakinkan pihak pendana supaya tidak ragu investasi di dunia usaha dan bisnis, tentu saja riset yang membanggakan,” kata Wisnu.
ITB melalui riset pengembangan teknologi operasional di Terminal Teluk Lamong menghasilkan Automated Gauided Vehicle (AGV) untuk Combine Terminal Tractot (CTT).
Operasional alat angkut petikemas yang semula menggunakan jasa driver diganti dengan AGV.
Menurut ketua Tim Riset ITB Yul Yunazwin Nazaruddin, bongkar muat petikemas CTT menggunakan AGV memakan waktu 5 menit.
Tim Riset kata Yul Yunazwin akan mengembangkan risetnya sampai pada tingkat sangat efisien untuk bisnis.
Anggota Tim ITB lain mengatakan, ITB tidak hanya banyak publikasi internasional saja.
Tapi turut bertanggung jawab mengembangkan dunia usaha dan dunia industri di dalam negeri. “ITB terus mencari solusi ketergantungan teknologi dari luar untuk dibikin sendiri di dalam negeri,” katanya. (**/il)






























