Mulai hari ini (Jumat, 4/9), semua orang yang memasuki area kantor Syahbandar Tanjung Priok dan ingin mengurus dokumen, diwajibkan menunjukkan surat keterangan sehat yang berkaitan dengan covid-19.
Bagi para pengguna jasa yang tidak ada surat tersebut, maka pihak Kesyahbandaran dengan tegas melarang masuk, termasuk ke ruang kerja pegawai.
Untuk pengurusan dokumen bisa dilakukan di area pelayanan kantor yang telah ditetapkan.
Para petugas Kesyahbandaran wajib melarang pengguna jasa yang tidak memenuhi ketentuan tersebut, dan bagi yang melanggar akan diberikan sanksi.
Tentu saja, kebijakan yang dikeluarkan oleh Syahbandar Priok ini menuai pro kontra dari para pengguna jasa, terutama pelayaran.
Namun, kata Capt. Wisnu Handoko, Kepala Kesyahbandaran pelabuhan Tanjung Priok, bahwa hal itu dilakukan semata untuk memutus rantai penyebaran covid-19 di wilayah tersebut.
“Ini untuk sementara, karena kondisinya agak riskan peningkatan yang positif, nanti kalau sudah agak mereda akan kita kembalikan normal lagi,” kata Capt. Wisnu saat dikonfirmasi Ocean Week mengenai kebijakannya itu, Kamis malam.
Menurut mantan direktur Lala Hubla ini, bahwa kebijakan yang diberlakukan tersebut, semata untuk melindungi customer yang mengurus dokumen maupun pegawai supaya aman, dan penyebaran covid 19 di kantor Kesyahbandaran tak bertambah lagi.
Karena itu, Capt. Wisnu Handoko menyatakan akan melihat lebih dulu dalam waktu seminggu pasca diberlakukan kebijakan ini. “Kita lihat perkembangannya seminggu ini, karena penyebaran covid 19 disini sangat mengkhawatirkan,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan jika pada Jumat ini (4/9) akan dilakukan Swab lagi terhadap 40-an pegawai Kantor Syahbandar. “Jika hasilnya banyak yang positif. Maka kewaspadaan lebih ditingkatkan,” jelasnya.
Capt. Wisnu menambahkan untuk layanan buku pelaut dan masa layar disarankan sementara dilakukan di Sunda Kelapa. “Supaya ga antri banyak,” ujarnya.
Sesuai dengan hasil deklarasi Priok bermasker pada Kamis (3/9), diminta para pimpinan instansi melakukan langkah-langkah yang terukur untuk mencegah penyebaran covid pada cluster perkantoran.
“Kita pingin semuanya aman. Yang jelas layanan kita usahakan tidak terhenti,” tegas Wisnu Handoko. (***)































