Pengguna jasa pelabuhan Marunda minta agar penerapan sistem inaport, aplikasi online ditunda menunggu kondisi dan situasi kondusif.
“Saat ini situasi dan kondisi masih belum baik. Wabah Corona belum selesai. Kami minta agar disosialisasikan lebih dulu agar pada waktu penerapan sudah siap betul. Kami bukan menolak tapi situasi belum tepat,” kata para pengguna jasa yang berhasil dihubungi Ocean Week, Kamis siang (15/4) di Jakarta Utara.
Mereka juga mempertanyakan apakah rencana penerapan inaportnet di Marunda ini sudah berkoordinasi dengan INSA Jaya.
Para pengguna jasa sekali lagi minta supaya penerapan inaportnet Marunda ditunda, karena perlu sosiisasi terlebih dulu.
Sementara itu, Ketua bidang hukum DPC INSA Jaya Munif (akrab disapa Ujang) yang dikonfirmasi menyatakan bahwa penerapan inaportnet di Marunda belumlah tepat untuk saat ini.
“Pengguna jasa memang tidak menolak, tapi waktunya belum tepat karena situasi dan kondisinya. Apalagi kondisi perusahaan di Jakarta dengan adanya PSBB sangat dibatasi gerak karyawannya,” kata Ujang diiyakan Banu Amza (ketua DPC INSA Jaya untuk Marunda), kepada Ocean Week, Kamis siang.
Dia mencontohkan, dulu saat Tanjung Priok mau menerapkan Inaportnet, dilakukan sosialisasi, lalu uji coba kepada 10 perusahaan dulu. Setelah semua siap baru penerapan, sehingga pada waktu pelaksanaan tak ada lagi masalah.
Kepala KSOP Marunda Iwan Soemantri yang ditanya mengenai hal itu, mengatakan bahwa pelaksanaan itu belum sekarang. “Belum, mungkin akhir tahun 2020,” katanya singkat.
Dia juga menyatakan, selama masa darurat covid19, penerimaan surat dikirim melalui email untuk menjamin phisical distancing dan mengurangi frekwensi kunjungan ke kantor KSOP.
Namun, surat menyurat lewat email pun dinilai cukup merepotkan pengguna jasa, mengingat kantor tak semua buka.
“Kami juga sulit jika melalui email saat kondisi seperti sekarang, kantor tak semua buka. Kami berharap apa yang selama berjalan, itu saja yang dijalankan,” kata pengguna jasa. (**)































