Untuk menyelaraskan pertumbuhan kapal yang semakin besar, serta memberikan layanan yang prima, PT Jasa Armada Indonesia (JAI) telah membangun 4 kapal jenis ASD Tug dengan house power 2200 x 2 = 4400 HP.
“Saat ini 4 kapal itu sedang dibangun di galangan, dan Juni 2020 mendatang sudah selesai dan segera dioperasikan untuk memperkuat armada JAI,” kata Direktur Armada dan Teknik PT JAI (IPCM), Capt. Supardi kepada Ocean Week, di Jakarta, Jumat (6/3).
Menurut Capt. Pardi, setelah pembangunan 4 kapal selesai Juni, pihaknya juga akan kembali memesan 4 kapal lagi dengan tipe dan jenis sama. Diharapkan pada akhir tahun 2020 sudah selesai.
Capt. Pardi juga menyatakan bahwa penambahan kapal-kapal tersebut, karena adanya permintaan atau perluasan pasar. Sebagai misal, bahwa JAI sudah ada agreement dengan PT Jawa Power I di Patimban, Subang, Jawa Barat.
“JAI sudah MoU dengan PT Jawa Power I untuk menggunakan 3 kapal tunda dalam rangka melayani kepentingan Jawa Power. Awal 2021 PT Jawa Power I sudah mulai beroperasi,” ujarnya lagi.
Kata Pardi, satu kapal lagi dipersiapkan untuk kebutuhan layanan tunda pandu di wilayah Banten.
Capt. Supardi juga membenarkan kalau pihaknya akan mengganti kapal-kapal tunda yang usianya sudah tua (30-40 tahun) yang dimiliki PT Pelindo. “Sekitar 4 kapal akan kami ganti karena umurnya sudah tua, yang sekarang ini dioperasikan di pelabuhan Priok dan Teluk Bayur,” ungkapnya.

Dia menyatakan, jika penggunaan kapal tunda JAI bakal semakin benyak, sebab perseroan ini saat ini bukan hanya melakukan kegiatan pemanduan di pelabuhan Priok maupun pelabuhan di wilayah Pelindo II, namun sudah berkegiatan pula di tempat lain.
Perkuatan bisnis JAI, menurut Capt. Pardi, karena saat ini anak perusahaan PT Pelindo II ini telah memperoleh kepercayaan dari regulator dan pelanggan. Perseroan juga telah mampu memperluas pasar pemanduan dan penundaan antara lain di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
“Untuk menjamin kesiapan operasi armada (availiability), disamping menggunakan Jasa Armada Indonesia Maintenance System (JAIMS/By AMOS), khusus untuk pekerjaan perawatan, perbaikan, dan docking kapal-kapal, IPCM bekerjasama juga dengan PT Rukindo (Persero). Sinergi disini sangat menguntungkan kedua belah pihak, sebagai bentuk sinergi BUMN, dimana Rukindo telah berpengalaman dan juga punya docking space yang berada di lingkungan usaha IPCM sehingga memudahkan dan menghemat bahan bakar untuk mobilisasi kapal-kapal yang akan docking dan dapat menjamin keaslian sparepart dan alat-alat lainnya untuk perawatan Kapal Tunda, Pandu dan Kepil,” kata Capt. Supardi.
Dia juga menyatakan, perseroan saat ini telah megalokasikan belanja modal untuk penambahan 4 unit ASD Tug Horse Power masing masing tunda 4400 HP sebesar Rp230 miliar.
Untuk diketahui, PT Jasa Armada Indonesia Tbk membukukan pendapatan Rp 58 miliar pada Januari 2020. Jumlah tersebut tumbuh 10% dibanding periode sama tahun 2019 lalu yang sebesar Rp 52 miliar.
Kontribusi terbesar pendapatan perseroan pada Januari 2020 ini berasal dari bisnis jasa tunda, yakni mencapai Rp 52 miliar atau setara 90%. Diikuti oleh bisnis pengelolaan kapal sebesar Rp 4,7 miliar yang setara 4% dan jasa pandu sebesar Rp 1,3 miliar atau 2%.
Saat ini perusahaan memiliki total 76 armada, dengan penambahan 8 kapal tahun 2020, maka JAI akan memiliki 84 armada kapal. (***)






























